Arsip Tag: waktu

Jam

الوقت كالسيف yang artinya “Waktu itu bagaikan pedang”. Demikian syair atau pepatah yang sangat terkenal dari bangsa Arab, Secara tepat saya tidak terlalu paham apa makna sebenarnya. Namun karena itu adalah pepatah Arab dan bukannya Hadist atau ayat Al Qur’an maka tidak salah saya atau anda mencoba menginterpretasikannya sesuai pandangan pribadi kita masing masing.

Berbeda jika itu adalah hadist atau ayat Al Qur’an. Tidak pantas rasanya saya atau sesiapa menginterpretasikan sendiri tanpa dasar keilmuan tafsir yang mumpuni. Penguasaan kaidah bahasa arab, pengetahuan sejarah turunnya ayat (asbabunnuzul), periwayatan hadist, pendapat para sahabat, tafsir para ulama dan masih banyak lainnya.

Sudah sering kita mendengar pembahasan tentang waktu dan pentingnya memanfaatkan waktu. Pemanfaatan waktu membutuhkan presisi. Jika dahulu manusia menentukan waktu berdasarkan jam matahari dengan mengukur panjang bayangan untuk menentukan perkiraan waktu maka di jaman sekarang kita sangat familiar dengan jam.

Sejak ribuan tahun lalu bangsa mesir membagi waktu sehari menjadi dua periode 12 jam(1), mereka menggunakan prinsip jam matahari dengan batu besar (obelisk) sebagai acuan. Di berbagai belahan dunia kuna pengukuran waktu menggunakan metode berbeda-beda. Sebagian ada yang menggunakan lilin, stick, pasir, air dan pendulum. Jam portabel (watch) ditemukan sekitar awal abad 15 oleh pembuat jam Jerman bernama Peter Henlein (1485-1542)(2). Perkembangan teknik pembuatan jam dengan bahan dan metode berbeda semakin maju dari generasi ke generasi. Penggunaan sistem mekanik Balance Spring, Lever, penggunaan Quartz dan sekarang era jam digital yang terhubung dengan perangkat elektronik canggih.

Jam tangan bagi sebagian orang menjadi bagian tak lepas dari keseharian. Seperti ada yang kurang jika tidak memakai jam. Tanpa jam manajemen waktu bisa berantakan. Jadwal meeting dengan klien bisa terbengkalai, kontrak kerja jadi terlambat, rapat koordinasi organisasi terhambat, konsultasi pasien terganggu, bisa jadi jadwal operasi pasien tertunda gegara jam.

Tingkat presisi jam seseorang juga berlainan. Ada yang sengaja memajukan jam 5 menit, 10 menit, 15 menit dengan alasan: ” biar nanti tidak terburu-buru”. Ada yang benar- benar tepat dengan menyesuaikan standar waktu Greenwich Mean Time (GMT) yang dikonversi, adapula yang berkiblat kepada pemerintah (jam TVRI) atau menyesuaikan dengan jam stasiun TV swasta tertentu. “Biar gak ketinggalan sinetron”, kata seorang ibu. “Jam ini saya sesuaikan dengan stasiun televisi berita supaya tepat waktu menonton siaran berita dan debat politik”, kata seorang aktivis mahasiswa.

Lain pula dengan anda, jam yang anda gunakan mungkin sudah sesuai dengan jam kampus atau tempat kerja. Demi mengejar ketepatan waktu kuliah, supaya tidak terlambat absen masuk kerja atau akan terkena pemotongan gaji beberapa persen.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu gemar memakai jam. Sebagai gantinya penunjuk jam bisa melihat layar telepon seluler. Melihat jam sekaligus melihat apakah ada pesan masuk yang belum terbaca. Anda bisa mencoba cara lain, semisal ketika berada di perjalanan anda bisa berjalan perlahan lalu lihat kiri kanan ke dalam bangunan warung toko atau rumah yang terbuka. Dengan cara itu anda akan mudah melihat jam dan segera mengetahui waktu.

Suatu ketika saya bertanya kepada seorang sahabat yang saya lihat memakai jam berwarna keperakan dengan ornamen kuning. “Sahabat, jam berapa sekarang?”. “Maaf Dhil, jam saya ini sudah lama mati, cuman sekedar asesoris” jawabnya tersipu. Oalah, hahaha.

Yogyakarta, 21 April 2015

image

Ref:

1. Http://en.m.wikipedia.org/wiki/History_of_timekeeping_devices

2. Http://en.m.wikipedia.org/wiki/History_of_watches