Usianya baru sekitar belasan tahun, namun takdir menyatakan bahwa ia menderita tumor tulang ganas pada bagian atas tungkai kanannya yang khas dijumpai pada rentang usianya ( osteosarcoma ). Tim orthopedi menelaah dan mendiskusikan dengan ahli patologi dan radiologi sampai pada simpulan putusan untuk melakukan amputasi.
Lelaki 30-an tahun itu datang dengan luka kronis ditungkai kiri yang menyebarkan bau busuk. Borok yang sudah dibawanya selama 10 tahun lebih, sehingga iapun mengaku sudah lupa bagaimana awal kejadiannya. Struktur tulang dikakinya (distal tibia fibula, calcaneus, talus) sudah hancur sulit untuk dilihat dan bagian pangkal jari (bagian proximal metatarsal) sudah menunjukkan tanda osteomyelitis kronis. Setelah tim orthopedi berdiskusi dengan berbagai pertimbangan termasuk mempertimbangkan keinginan pasien untuk terbebas dari kondisi tersebut (tidak dapat berjalan, nyeri dan berbau busuk). Tim memutuskan untuk melakukan amputasi, pasien menyetujui tanpa persyaratan apapun.
Adapula seorang wanita muda yang tegar menerima tindakan amputasi. Ia menyadari bahwa amputasi adalah jalan satu-satunya agar dirinya terbebas dari tumor tulang sebelum tumor itu menyebar kebagian tubuh lainnya (metastase) . Pada akhirnya dan hingga saat ini ia banyak sekali memberi support dan motivasi kepada pasien-pasien dengan tumor tulang yang menghadapi keputusan sulit sepertinya.
Berkali-kali kami berhadapan dengan berbagai kasus yang membutuhkan amputasi sebagai pilihan akhir terapi. Sebagian tidak bisa menerima pilihan itu, sebagian lagi menerima dengan penuh keikhlasan dan keinginan untuk mengusahakan kesehatannya.
Para peneliti percaya bahwa amputasi telah dilakukan sejak jaman neolithic (4.000-2.500 SM)1,2. Adapula yang menyatakan bahwa amputasi telah dilakukan manusia sejak 36.000 tahun lalu dengan bukti antropologi berupa lukisan gua. Bukti lain ditunjukkan dengan adanya penemuan didekat kota Paris berupa tulang lengan kiri lelaki yang membuktikan tanda-tanda telah dipotong dengan sengaja. Tulang ini diperkirakan berasal dari 4.900 tahun SM 3.
Bukti tulisan mengenai amputasi masih dapat kita jumpai pada Rig-Veda yang berasal dari sekitar 3.500-1.800 SM 1,3. Bukti lain adanya amputasi dijumpai pada masa mesir kuno berupa prostese jari kaki Amenhotep II (tahun 1.500 SM)3.
Tindakan amputasi mengalami kemajuan dan berkembang terus ke jaman Hippocrates, Celsius, Ibnu Sina hingga Ambrose Pare abad ke 16 M 3. Perang yang terjadi pada saat itu dan setelahnya dibanyak penjuru dunia sampai awal abad 19 membuat perkembangan metode amputasi menjadi semakin maju.
Kehilangan anggota gerak tubuh atas dan atau bawah merupakan kehilangan berat, membuat limitasi dari sebelumnya mampu menggunakan keempatnya. Tentu saja kehilangan salah satu atau kedua tangan membuat seseorang kesulitan dalam beraktivitas, demikian pula jika kehilangan satu atau kedua kaki, namun amputasi tetap bukanlah akhir dari segalanya.
Berapa banyak mereka yang sejak awal tidak seberuntung kita. Mereka yang sejak lahir tidak dikaruniai anggota tubuh lengkap dan indah. Bagi anda yang mendapat cobaan atau menghadapi pilihan sulit tersebut yakinlah bahwa cobaan itu adalah jalan menuju hidup yang niscaya jika dilalui akan membawa keadaan lebih bermakna untuk anda dan keluarga.
Yogyakarta, Mei 2015
Referensi :
1. Vanderwerker, E.E. A Brief Review of the History of Amputations and Prostheses. ICIB 1976 Vol 15, Num 5. Link : http://www.acpoc.org/library/1976_05_015.asp
2. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Neolithic
3. Wooster,M. Escape from a Greater Affliction: The Historical Evolution of Amputation. Link: http://www.dmu.edu/wp-content/uploads/2011/06/Howard-A-Graney-Submission-M-Wooster.pdf