
Semurni apa telaga yang jadi dambaanmu?
Tidakkah cukup embun-Nya dipesisir malam,
menghapus desah kesahmu yang lelah mencari
…..
Enggankah kau jika saja kau tahu,
matahari tak datang demi sujudnya pohon,
dan air dan seuntai melati?
………
Setulus apa syair yang kau minta dariku?
Tidakkah cukup mutiara kesejukan dinuranimu yang indah itu
Menyentuh jiwa yang bahkan kau tidak pernah tahu siapa ia.
………
Melangkah saja terus bersama kerinduanmu
Sebab ilalang tak pernah bertanya pada gembala : “untuk apa ragaku?”
Dan akupun tak pernah butuh tepuk tanganmu
Jogja, 6 Januari 2005