Lomba ketinting
Arsip Tag: samarinda
Samarinda – Bontang, lumayan
Pedalling Samarinda-Kota Bangun
Minggu pagi, 31 mei 2015, rencana pedalling muter kota samarinda saja. Sesampainya di tepian mahakam lihat sekumpulan orang dari grup roadbike, iseng-iseng mampir dan kenalan. Langsung diajakin gabung pedalling menuju Kota Bangun (+-120Km)….weh, tanpa persiapan apapun kecuali botol minuman separuh terisi dan perut keroncongan saya beranikan untuk bergabung. Akhirnya drop out juga di kilometer 96, padahal tinggal 24 Km dari titik akhir di Kota Bangun.
Review :
1. Rute : A. Samarinda- Tenggarong via Loa Janan. Jalan sebagian besar sudah baik, sedang dilakukan semenisasi dibeberapa bagian terutama menjelang masuk tenggarong. Tanjakan sedikit, lumayan buat pemanasan.
B. Tenggarong-Kota Bangun. Jalan bagus sekali dan tidak ramai. Tanjakan lumayan buat latihan memperkuat dengkol. Lebih berat dari jalur balikpapan samarinda. Ada satu dua bagian yang sedang dilakukan perbaikan.
2. Cuaca diawal sangat bersahabat. Namun selepas jam 10.30 cuaca berubah semakin panas, terik matahari menguapkan air, benar-benar inilah matahari katulistiwa. Desir angin ketika rolling tidak cukup untuk menurunkan suhu badan. Di kilometer 80 sudah mandi dengan 2 botol air mineral tetap saja kepanasan. Sepertinya efek gelombang panas di India sampai dikalimantan
3. Barengan para maestro roadbike Kaltim membuat perjalanan jadi menyenangkan, namun akhirnya harus drop out juga di kilometer 96 setelah berjuang melawan dehidrasi dan hipoglikemi berat karena persiapan kalori yang tidak memadai. Beberapa rekan lainnya juga tumbang karena hawa panas yang luar biasa.
4. Tempat istirahat memadai untuk mengisi perbekalan air dan tenaga.
Kesimpulan :
Jalur roadbike yang menyenangkan, jalanan sudah bagus dan tidak terlalu padat. patut dicoba buat uji kekuatan dengkul anda.
Kebakaran !!
Jum’at malam menjelang kemarau. Berita di media sudah mulai terisi reportase peristiwa kebakaran. Tiba-tiba suara sirene meraung jauh lebih keras dari sirene ambulans yang biasa terdengar. Beberapa mobil besar berwarna merah melaju kencang menembus padatnya jalan raya.
Suara sirene dan klakson tak henti-hentinya dibunyikan. Petugas yang bergelantungan disisi kanan kiri berteriak nyaring sekali hingga serak “minggeer-minggeer, hoooi, minggeeeer!!!”, berulang-ulang. Bisa dipahami, keberadaan mereka darurat dibutuhkan terlebih tepat semalam sebelumnya kebakaran melanda kota ini menjadi sebab 2 anak kecil meninggal.
Menolong kebakaran pernah saya alami ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran. Sepulang kuliah saya melewati kebakaran toko yang cukup besar, ketika itu nampaknya petugas pemadam kekurangan tenaga (masih awal kejadian, regu pemadam kebakaran sebagian belum tiba). Saya memberanikan diri membantu sebisanya hingga akhirnya petugas yang berkompeten datang.
Semasa menjalankan Wajib Kerja Sarjana (WKS) dokter spesialis pernah pula menyaksikan uletnya pemadaman kebakaran bekerja. Bagaimana mereka ber’tarung’ memadamkan api secepat mungkin, melokalisir kebakaran yang melanda rumah warga tidak menyebar ke lebih banyak rumah disekitarnya. Bupati dan para petinggi pemerintah di daerah itu segera datang untuk memberi dukungan moral dan bantuan langsung. Bupati memerintahkan untuk melakukan evakuasi korban kebakaran ke bangunan pertokoan milik pemerintah yang baru selesai dibangun.
Sejarah pemadam kebakaran diawali pada abad ke 3 atau 2 sebelum masehi oleh Ctesibus dari Alexandria yang membuat pompa tangan1,2 untuk digunakan sebagai alat bantu pemadam kebakaran. Brigade pemadam kebakaran yang terorganisir pertama kali dibentuk oleh
Marcus Licinius Crassus dari kerajaan Romawi pada abad 1 sebelum masehi yang kemudian dikembangkan lebih baik oleh kaisar Nero2. Brigade pemadam kebakaran modern terbentuk pada sekitar abad 16 di Perancis oleh François du Mouriez du Périer2. Demikian terus berkembang hingga sekarang ini.
Kesibukan pemadam kebakaran ketika melaksanakan tugaskan sedikit banyak mirip dengan keadaan di unit gawat darurat (UGD) rumah sakit. Jika di UGD petugas medis emergency berjibaku dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa pasien maka petugas pemadam kebakaran berjibaku dengan limitasi waktu untuk menyelamatkan rumah sehingga tidak menyebar kesemakin banyak rumah atau aset lain yang mungkin sekali menimbulkan korban jiwa.
Selesai tulisan ini dibuat bertambah lagi 2 kebakaran dikota yang sama hanya berselang beberapa hari. Semoga cukup sampai sekian.
Reference :
1. http://www.afirepro.com/history.html
2. https://en.m.wikipedia.org/wiki/History_of_firefighting
Picture source :
http://www.rsc.org/chemistryworld/2015/05/industry-body-accused-over-links-discredited-us-fire-safety-group






















