Apa yang tidak dapat kau beli disini?
Segalanya ada disini
Asal ada uang, apa yang kau mau
Beli, beli
Segalanya ada disini
Nyawapun
Kalau kau mau
Ada
Karena disini kedai segala ada
Kami menyediakan segalanya
Jogja, awal reformasi 98
Bertuturlah alam padaku
Hikayat kedamaian ribuan windu tak terusik
Kala semilir angin pagi menyapa nuh dengan potongan kayunya
Dan desir angin malam iba melihat Yusuf
Sendiri dalam sumur
Empat ribu tahun silam
Selama itu alam setia
Pada kebenaran hakiki
Pada cahaya yang menyelubungi Muhammad malam itu.
Yogyakarta, Pre 2000
Tjahaja bulan mengirimkan rindumu tadi malam
Maaf djika kanda tiada mampu bersua lusa nanti
Front masih butuh kanda untuk bertempur
Banjak musuh musti dihadapi
Kanda tiada letih, hanja rindu ini jang bergelora
Djikalau sadja nanti perang sudah usai
Aku pasti datangi ayah bundamu
Aku katakan pada mereka : Bapak, ini saja, pedjuang bangsa,
Ingin meminang Rindu anakmu
Doakan Kanda biar tjepat pedjuangan usai
Dan republik ini berdiri
Merdeka !!!!!!
Front Merapi, 21 Djanuari 05
Semurni apa telaga yang jadi dambaanmu?
Tidakkah cukup embun-Nya dipesisir malam,
menghapus desah kesahmu yang lelah mencari
…..
Enggankah kau jika saja kau tahu,
matahari tak datang demi sujudnya pohon,
dan air dan seuntai melati?
………
Setulus apa syair yang kau minta dariku?
Tidakkah cukup mutiara kesejukan dinuranimu yang indah itu
Menyentuh jiwa yang bahkan kau tidak pernah tahu siapa ia.
………
Melangkah saja terus bersama kerinduanmu
Sebab ilalang tak pernah bertanya pada gembala : “untuk apa ragaku?”
Dan akupun tak pernah butuh tepuk tanganmu
Jogja, 6 Januari 2005