Arsip Tag: rerindu

Adam

Bertuturlah alam padaku
Hikayat kedamaian ribuan windu tak terusik
Kala semilir angin pagi menyapa nuh dengan potongan kayunya
Dan desir angin malam iba melihat Yusuf
Sendiri dalam sumur
Empat ribu tahun silam

Selama itu alam setia
Pada kebenaran hakiki
Pada cahaya yang menyelubungi Muhammad malam itu.

Yogyakarta, Pre 2000

image

Bulan Kemerahan

Bulan kemerahan diujung dua kelapa
Menantang lembayung yang menyurutkan warna bunga
Menjadi satu bahasa

Dua kuntum bunga yang tersisa
Berdiri tegak diatas gelombang
Menantang bulan kemerahan
Dan lembayung diujung teluk

Suak Timah, 23 Februari 2005

image

Sadjak Pedjuang dan Seputjuk Rindu Buat Patjarnja

Tjahaja bulan mengirimkan rindumu tadi malam
Maaf djika kanda tiada mampu bersua lusa nanti
Front masih butuh kanda untuk bertempur
Banjak musuh musti dihadapi
Kanda tiada letih, hanja rindu ini jang bergelora

Djikalau sadja nanti perang sudah usai
Aku pasti datangi ayah bundamu
Aku katakan pada mereka : Bapak, ini saja, pedjuang bangsa,
Ingin meminang Rindu anakmu

Doakan Kanda biar tjepat pedjuangan usai
Dan republik ini berdiri
Merdeka !!!!!!

Front Merapi, 21 Djanuari 05

image

Renungan untukmu

1005277_10200858627341029_1508921217_n

Semurni apa telaga yang jadi dambaanmu?

Tidakkah cukup embun-Nya dipesisir malam,

menghapus desah kesahmu yang lelah mencari

…..

Enggankah kau jika saja kau tahu,

matahari tak datang demi sujudnya pohon,

dan air dan seuntai melati?

………

Setulus apa syair yang kau minta dariku?

Tidakkah cukup mutiara kesejukan dinuranimu yang indah itu

Menyentuh jiwa yang bahkan kau tidak pernah tahu siapa ia.

………

Melangkah saja terus bersama kerinduanmu

Sebab ilalang tak pernah bertanya pada gembala : “untuk apa ragaku?”

Dan akupun tak pernah butuh tepuk tanganmu

Jogja, 6 Januari 2005