Arsip Tag: patah kaki

Patah Tulang Kering (Tibial Bone Fracture)

Telepon seluler berdering kencang. Panggilan dari dokter jaga ugd melaporkan pasien baru akibat kecelakaan lalu lintas yang baru saja terjadi. Ibu paruh baya datang dengan luka menganga pada tungkai kiri. Dari gambaran klinis yg dikirimkan tampak daging terburai. Darah merubah warna perlak yang melapisi tempat tidur pasien menjadi merah. Tampak pula dua potongan (fragmen) tulang yang keluar. Berada diluar daging tepatnya

“Dok, dari pengukuran saturasi didapatkan hasil ‘0’ (null) diseluruh jari”. Dokter UGD menjelaskan seluruhnya dengan gamblang dan terinci. “Siapkan operasi cito -istilah untuk tindakan operasi darurat ya”. Seraya segera mengambil kunci motor bergegas menuju rumah sakit.

Keadaan saat awal operasi (durante op) bagian ujung kaki (distal) tampak berwarna pucat kebiruan. Tidak dijumpai perdarahan aktif. Hematom ada diantara jaringan bawah kulit (subkutis), diantara otot yang tercabik-cabik. Dilakukan tindakan meluruskan kembali tulang, re-aligment sekaligus dilakukan debridemen. Posisi tulang yang pecah fragmented dilakukan re-aligment. Selanjutnya dilakukan fiksasi tulang (external fixation). Penutupan jaringan lunak (soft tissue) dilakukan sedapatnya dengan tarikan regang yang sedikit (minimal tension). Diakhir operasi ujung kaki mulai tampak kemerahan kembali.

Patah tulang tibia (tibial fracture) adalah patah tulang panjang yang paling sering dijumpai khususnya pada bagian batang tulang shaft (plateau, shaft dan plafon). Dari mekanismenya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu low energy fracture pattern dan high energy fracture pattern.

Dari mekanisme low energy umumnya didapatkan alibat cidera tidak langsung (torsional injury) dengan ciri khas didapatkan patah tulang fibula pada level yang berbeda, sedangkan untuk mekanisme high energy injury umumnya dari benturan langsung yang seringkali berupa patahan dengan bentuk baji (wedge) atau short oblique dengan bagian yang terpecah (kominutif fragment).
Pengobatan patah tulang tibia dapat berupa pengobatan tanpa operasi ataupun dengan operasi. Pengobatan tanpa operasi dilakukan berupa pemasangan gips (casting) dengan indikasi patah tulang tertutup dengan aligmnen baik.

Pengobatan patah tulang tibia dapat pula dilakukan melalui operasi dengan beberapa indikasi berupa posisi tulang yg tidak baik selah dilakukan reposisi tertutup (unacceptable alignment with closed reduction and gips), cidera jaringan lunak luas yang menyulitkan perawatan, patah tulang dengan tipe segmental dan kominutif.

Lima hari kemudian keadaan ibu itu jauh membaik. Wajahnya nampak cukup bugar untuk bisa pulang. Ujung-ujung jari kedua kakinya sama, tidak ada tanda nekrotik sama sekali. Ekternal fiksasi terpasang kokok menopang tulang tibianya yang pecah belum sepekan lalu.

“Hari ini ibu boleh pulang, insyaAllah kaki ibu akan segera membaik, tetap semangat ya, Bu”. Dia tersenyum. “Alhamdullillah”.

Ref :

1. http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00522