Source : Miller
Arsip Tag: orthopedi
Muskuloskeletal dalam alquran dan hadist
A. AL QUR’AN
Tentang embriologi muskuloskeletal :
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”
(Al Qur’an, 23:14)
Tentang tahapan pembentukan tulang :
Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini“.
( Al A’raf ayat 172)
“Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahwa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati),
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata:” Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?
“Katakanlah:” Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, “(QS. Yasin: 77-79).
Pembentukan manus / tangan dan jari jari :
“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4).
Penciptaan tubuh yang seimbang (simetris bilateral) :
الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ
“ Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”,( Qs al-Infithar :7 )
Tentang perbedaan morfologi :
فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ
“ Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” ( Qs al-Infithar : 8 )
B. HADITS
Tentang tulang coccxyc :
Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor (sulbi), daripadanya manusia dibangkit kembali pada hari kiamat, “(Riwayat Al Bukhari, Nomer: 4935).
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Seluruh bahagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor( ‘ajbu adz-dzanab) , daripadanya tubuh diciptakan dan dengannya dipasang kembali.” (Riwayat Imam Muslim 5254)
Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasul saw bersabda, ’Ada satu tulang pada anak Adam yang tidak dimakan tanah.’ Mereka bertanya, ‘Apa itu, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Tulang sulbi.’(Riwayat Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dalam kitabnya al-Musnad, and Malik dalam kitabnya al-Muwaththa’).
“ Akan dimamah tanah setiap daripada manusia melainkan ajbu az zanab. Berkata para sahabat, apakah benda itu Ya Rasulullah, Rasulullah menjawab, seumpama biji sawi daripadanya diterbitkan” (Riwayat Imam Ahmad)
Tentang penciptaan wanita :
Tentang sifat tulang :
Tentang bentuk tulang costa :
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata,“Telah bersabda Rasulullah s.a.w:
“Berwasiatlah kalian terhadap para wanita dengan wasiat yang baik. Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Oleh karena itu jika kamu meluruskannya dengan paksa maka kamu akan mematahkannya, akan tetapi jika kamu biarkan maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah kamu terhadap para wanita dengan wasiat yang baik”. (Muttafaq ‘alaih HR: Bukhari dan Muslim)
Tentang persendian/joint :
“Sesungguhnya setiap manusia dari keturunan Adam diciptakan dengan 360 sendi. Barang siapa bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu dari jalanan, duri atau tulang dari jalanan, memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran, sejumlah 360 sendi tersebut, maka hari itu ia telah berjalan sambil menjauhkan dirinya dari neraka”. (Muslim; 1675)
Bandung, 9 januari 2015
Source: disarikan dari berbagai sumber
Akibat ledakan petasan pada tangan (hand blast injury)
Petasan atau mercon banyak digunakan dalam perayaan nasional dan budaya di seluruh dunia. Baik itu peringatan hari kemerdekaan, tahun baru, hari besar keagamaan atau peringatan kebudayaan setempat.
Ledakan petasan atau mercon yang mengakibatkan cedera pada tangan masih sering dijumpai di Indonesia. Kejadian ini mengalami peningkatan selama perayaan hari libur nasional terutama selama perayaan Idulfitri dan tahun baru.
Pengetahuan tentang pola cedera akibat petasan disertai pemahaman mendasar tentang sifat kerusakan/ destruction morphology pada anggota tubuh akibat petasan dapat membantu dokter dalam melakukan penanganan terhadap korban.
Beberapa penelitian mengenai cidera akibat petasan menyebutkan bahwa insiden tinggi terjadi pada usia anak dan remaja. Di Australia berkisar 88% yang menjadi korban petasan adalah usia dibawah 18 tahun. Di Selandia Baru 68% dari korban adalah anak di bawah usia 15 tahun.
Cedera bervariasi mulai dari luka kecil atau minor injury hingga cedera yang menghancurkan sebagian besar anggota tubuh dan membutuhkan operasi rekonstruksi yang rumit.
Pada tahun 2012 kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan analisa kasus cidera akibat petasan atau mercon yang datang ke rumah sakit pendidikan tempat kami mengikuti pendidikan spesialis orthopaedi dan traumatologi. Kasus kami dapatkan selama periode seminggu perayaan Idul Fitri ditahun tersebut.
Selama kurun waktu 1 minggu tersebut kami menjumpai 8 pasien akibat petasan atau mercon. Seluruhnya laki-laki. Separuh dari korban berusia kurang dari 20 tahun. Semua pasien memegang petasan dengan tangan yang dominan digunakan/ dominant hand kecuali 1 pasien terkena lemparan petasan saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari 7 pasien yang memegang petasan 2 diantaranya terluka ketika mencoba untuk mengambil kembali petasan yang urung meledak.
Sebagian besar lokasi kejadian berada disekitar rumah pasien / neighborhood (7 dari 8 kasus). Peristiwa terjadi antara jam18:00 hingga 24:00.
Bagian yang paling banyak mengalami cidera adalah ibu jari tangan kanan, telunjuk dan telapak tangan sisi ibu jari. Kombinasi umum dari cedera tersebut adalah jari-jari, ibu jari- jari tengah-jari manis; ibu jari-telunjuk-jari tengah; telapak tangan-ibu jari dan telunjuk. Tidak ada cedera pada sistem organ lain yang ditemukan secara bersamaan
Semua pasien dan orang tuanya memahami bahaya petasan dan sudah tahu bahwa petasan dilarang tapi mengaku tidak mengetahui peraturan/undang-undang mengenai petasan atau mercon.
Pemerintah, meskipun merupakan pihak yang memiliki kewajiban terhadap pelanggaran peraturan, terlalu lumrah untuk disalahkan. Fungsi pengawasan dari orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor tak terpisahkan. Pencegahan dan pemahaman masyarakat perlu dibina. Bagaimanapun juga kesadaran setiap orang dalam memahami bahaya penggunaan petasan dan mercon menjadi bagian penentu utama.
Beberapa pasien bisa kembali sekolah atau bekerja, namun apakah akan sama seperti sediakala? mungkin iya mungkin juga tidak. Tergantung tingkat keparahan awal dan rekonstruksi yang dilakukan.
Bagai piring yang pecah lalu diperbaiki, apakah akan seindah piring baru? Saya rasa sahabat semua bisa menjawabnya.
Yogyakarta, tahun baru 2015



