[A very short poet by hilmimuhammad]
Jendela tertutup rapat
Pintu telah lama berkarat
Labah-labah asyik mematri kawat nyamuk Diatasnya debu
Semilir yang kau ceritakan
Datang dari sela pintu
Yang membasuh cermin tembaga
Tak pernah ada
Ini belenggu yang mengganggu
Rantai di kaki leher dahi
Sempit.
Sudahlah pecah
Biar sepoi-sepoi memecah pengap
Biar isis
Yogyakarta, bulan satu enam belas
