Arsip Tag: dukun tulang

Minyak Patah Tulang

Ibu itu duduk tertunduk disebelahku. Menyampaikan keputusan keluarga besarnya yang teguh pada keyakinan mereka membawa anaknya keluar RS, menolak perawatan oleh tim bedah tulang.

Dia tidak mengatakan pasti hendak bagaimana. Penuh keraguan dia seperti tercekat ingin berkata “Dok, aku tak rela anakku dibawa ke pengobat alternatif dengan minyak patah tulang antah berantah !!!! “. Matanya mulai berair disebelahku mulutnya hanya berkata lirih sekali, “Begitulah…. Pak”.

image

Hanya dalam waktu sebulan ini tim bedah tulang di RS kami telah mengoperasi 4 kasus patah tulang terlantar (neglected fracture) yang sudah diberi minyak antah berantah dengan pantangan antah berantah pula.

Pertama, seorang ibu datang dengan patah tulang paha yang menangis tersedu berharap kakinya bisa kembali bisa untuk menopang tubuhnya. Sudah setengah tahun ini ia menderita patah tulang yang membuatnya menjadi pengguna kursi roda. Kasus demikian bukanlah kasus patah tulang yang sederhana, untuk mendapatkan hasil optimal perlu ditangani secara tepat (baca : http://atomic-temporary-1247914.wpcomstaging.com/2015/05/01/patah-tulang-paha-femur-fracture/ )

Kedua, seorang lelaki berperawakan gagah dengan tulang selangka patah  yang beberapa minggu lalu di”paksa” oleh entah siapa untuk menerima setetes minyak dalam mulutnya. Ia percaya kekuasaan Alloh dalam menyembuhkan penyakit yang Dia turunkan, namun tidak dengan cara-cara antah berantah. Ketika kecelakaan terjadi ia sulit mengambil sendiri keputusan, ditengah kebingungan dan rasa nyeri hebat orang-orang disekitarnya bersuara lantang, “Bawa aja ke ‘sana’, jangan ke Rumah Sakit”. Entah kemana suara lantang itu sekarang.

Ketiga, seorang remaja yang datang dengan pergelangan kaki bengkok kearah dalam (shorten, varus & internal rotate) setelah mendekati 2 bulan tanpa pengobatan medis (neglected ankle fracture). Awalnya dia datang ke IGD namun orangtuanya memutuskan untuk menolak tindakan medis dan mencoba-coba pengobatan antah berantah. Padahal semua tindakan yang akan dilakukan terhadap anaknya bebas biaya sedikitpun.

Lalu keempat, baru saja tadi sore tim kami selesai melakukan operasi terhadap ibu paruh baya yang datang ke poli 2 hari lalu dengan tangan terikat kayu dan mengeluh nyeri tak tertahankan selama berbulan bulan. Tiga bulan sebelumnya ia mengikuti saran entah siapa untuk berobat antah berantah itu.

Entah sampai kasus keberapa lagi nanti yang akan tim kami hadapi jika ditambah sejumlah pasien yang sudah dijadwal operasi namun tiba-tiba “hilang” karena memaksa pulang dan lebih memilih pengobatan antah berantah.  Semoga saya keliru. Semoga mereka pindah ke RS dengan pelayanan prima yang jauh lebih baik dari pelayanan kami.

Tidak perlu menjadi orang pintar ataupun dikatakan “pintar” untuk bisa melihat tulang yang patah. Kita sudah diberi pengetahuan yang jelas bagaimana melihat dan menangani patah tulang bukan dengan cara ajaib antah berantah namun dengan keilmuan sesuai sunnatulloh  (baca :  http://atomic-temporary-1247914.wpcomstaging.com/2015/01/31/versus-bone-setter/ ) serta melalui kerjasama luar biasa dengan rekan rekan perawat terbaik yang ada (baca : http://atomic-temporary-1247914.wpcomstaging.com/2015/02/09/orthopedic-nurses/ ).

Perlahan saya mencoba menyampaikan tentang rencana tindakan beserta alasan melakukan tindakan tersebut. Menyampaikan dengan bahasa sesederhana mungkin, mengulang beberapa kali dan meminta ibu bertanya jika kurang jelas. Ia hanya menyeka tetes air ditepi matanya yang memerah. Sedikit mengembalikan posisi kacamata, “Iya Dok…tapi” ujarnya sambil melirik kearah keluarganya yang menatap tajam kearah saya dan dia.  

Tidak semua kasus tulang patah memerlukan tindakan operasi pemasangan pen atau implan tulang, banyak pula bisa dikerjakan tanpa operasi pemasangan pen atau implan tulang (conservatif treatment) semisal casting, traction, sling, bandage.  Namun jika memang harus dilakukan operasi (operatif treatment) maka pilihan itu bisa dipertanggung jawabkan dihadapan siapa saja.

Tentu saja setiap dokter akan berusaha semaksimal mungkin membantu pasien dengan segala keterbatasan yang ada, menempatkannya sebagaimana seandainya pasien itu adalah keluarga sendiri ( baca : http://atomic-temporary-1247914.wpcomstaging.com/2014/12/23/talk-to-patient-treat-like-close-family/ ).

Ibu itu berpaling dengan langkah gontai menuju ruang perawatan anaknya. Keluarganya sedang bersiap-siap untuk membawa pulang. Entah mau dibawa kemana.

Semoga saya keliru. Semoga keluarganya membawa anak malang itu ke Rumah Sakit lain yang lebih baik untuk bertemu dengan senior-senior dokter ahli bedah tulang terbaik.

Mahakam, Oktober 2015

Versus bone setter

Anak itu masih menangis ketika datang ke unit gawat darurat. Tangan kanan hingga sebatas lengan terikat sesuatu penyangga. Sebagian nampak bengkak dan menghitam berbau. Pamannya bercerita bahwa 12 hari yang lalu dia terjatuh dan merasa nyeri sekali diujung bawah lengan atas dan tidak dapat digerakkan. Oleh keluarganya dia tidak dibawa ke rumah sakit melainkan dibawa ke pengobatan patah tulang tradisional (bone setter). Lengannya diikat oleh mereka. Semakin hari dia mengeluh lengan semakin bengkak dan nyeri.
Dia mengalami compartment syndrome, suatu kegawat daruratan orthopedi yang berakibat fatal terhadap lengan dan tangannya.

Beberapa hari kemudian tim orthopedi memutuskan untuk melakukan amputasi sebatas lengan karena memang sudah membusuk tidak bisa diselamatkan. Kedua orangtuanya hari itu menangis seharian, sangat menyesali keputusan membawa anak mereka ketempat yang tidak semestinya.

Dalam sejarahnya, bapak orthopedi Inggris Hugh Owen Thomas adalah anak dari seorang dukun tulang terkenal dimasanya. Dia mempelajari medis dan kemudian berlanjut mendalami orthopedi, pada akhirnya Pak Thomas harus berseberangan dengan ayahnya sendiri.

Sesungguhnya sahabatku, begitu banyak cerita memilukan mengenai kecacatan pada pasien dengan patah tulang atau sendi terlepas yang ditangani oleh bone setter. Mulai dari keluarga saya, teman, tetangga, keluarga teman dan pasien-pasien yang datang ke rumah sakit. Bukan tidak mungkin anda juga punya cerita serupa.

Ilmu orthopedi salah satunya mempelajari penanganan patah tulang (fracture) dan sendi yang terlepas (dislocation) supaya bisa kembali seoptimal mungkin mendekati bentuk dan fungsi aslinya dengan seminimal mungkin komplikasi.

image

Dalam melakukan tindakan tersebut sebisa mungkin dilakukan dengan cara tanpa operasi. Ada banyak sekali keadaan dimana tidak perlu dilakukan tindakan operasi. Kami, dokter ahli orthopedi, tidak selalu melakukan tindakan operasi. Banyak keadaan dimana pilihan pertama terapi yang dilakukan adalah non operatif atau tanpa pembedahan. Sendi terlepas misalnya, dengan penanganan tepat cukup diberi obat penenang dan dikembalikan ke dalam sendi.

Perkembangan keilmuan membawa keniscayaan bahwa penanganan masalah kesehatan didasarkan kepada usaha maksimal yang dilakukan berdasarkan keilmuan yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Kurang pantas rasanya jika saya membahas hubungan keilmuan dengan dasarnya secara agama, namun sekilas dalam pandangan saya setidaknya ada 3 dasar pemikiran.

Pertama, perintah pertama Tuhan adalah kewajiban untuk membaca yaitu membaca dengan didasari kerendahan sebagai makhluk. Kedua, Tuhan tidak akan merubah keadaan jika manusia tidak berusaha merubahnya sendiri. Ketiga, nabi sangat mendorong untuk menuntut ilmu, meskipun itu ribuan kilometer dari kampung halaman.

Apa yang menjadi dasar tindakan dokter bukanlah atas pengalaman pribadi, namun berdasar keilmuan yang bisa dipertanggung jawabkan (evidence based). Berlandaskan keilmuan yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dikerjakan terhadap jutaan orang pasien diseluruh dunia, di-review dan diteliti oleh ratusan ribu ilmuwan dari seluruh dunia. Keilmuan yang selalu dikembangkan untuk menuju penanganan terbaik terhadap pasien, dengan berusaha sejauh mungkin menghindari segala komplikasi yang mungkin terjadi.

Seratus dua puluh tahun lalu Tuhan menganugerahkan kemampuan luar biasa kepada manusia. Sejak tahun 1895 manusia mampu melihat tulang manusia tanpa membedahnya. Tidak perlu puasa khusus, bersemedi atau menjadi “Orang Pintar” untuk bisa melihat dan mengetahui permasalahan apa yang terjadi pada tulang.

image

Dewasa ini Tuhan bahkan menganugerahkan ilmu yang lebih luar biasa lagi, sekarang manusia sudah bisa melihat struktur otot, lemak, syaraf, pembuluh darah dan bagian dalam tulang/sumsum tulang (bone marrow) tanpa melukai anggota tubuh sedikitpun.

Ketika Tuhan sudah menganugerahkan ilmu yang sedemikian hebatnya, maka sahabatku, masihkah anda mempercayakan persoalan anggota gerak anda kepada mereka yang mengaku-aku memiliki ilmu antah berantah atau dari nenek moyang yang semakin tidak jelas “sanad”-nya?

Yogya, Desember 2014