Arsip Tag: blog

Orthopedi is an ART

“Orthopaedic is the art and science of prevention, investigation, diagnosis, and treatment of disorder and injuries of the musculoskeletal system by medical, surgical, and physical means-including physiotherapy-as well as study of musculoskeletal physiology, pathology, and other related basic science” (Salter, R.B).

Seperti halnya cabang ilmu kedokteran lainnya, orthopedi tidak melulu berupa ilmu pasti, meskipun orthopedi memiliki acuan prinsip yang dipelajari, dipegang dan diaplikasikan sejak penegakan diagnosis hingga terapi, selebihnya adalah seni. Seni dalam-setidaknya-memfiksasi atau memegang tulang dengan berbagai jenis modalitas memerlukan cita rasa, sehingga dapat dikatakan bahwa seni tidak hanya menjadi monopoli Art-ist, namun juga dimiliki oleh setiap Orthoped-ist.

Secara sangat sederhana orthopedi dapat dikatakan sebagai seni menyusun tulang yang patah atau seni mengembalikan posisi tulang patah bahkan remuk (simple or comminutive bone fracture), menjadi se-anatomis mungkin (jika intraartikuler) atau seoptimal mungkin (jika extra artikuler) ke posisi optimal (acceptable). Lebih sederhana lagi seperti menyusun puzzle. Namun dibalik itu sesungguhnya cakupan ilmu orthopedi luas sekali, reposisi tulang (reposition & realignment of fractured bone) bagaikan potongan ujung kuku dari keseluruhan orthopedi.

Robert Bruce Salter mendefinisikan orthopedi sebagai sebuah seni dan ilmu (the art and science), bukan science and art. Tentu dia mempunyai alasan mendasar mengapa menulis hal demikian. Dalam bahasa saya orthopedi adalah sebuah cita rasa tentang keindahan, sentuhan tangan dan hati.

Orthopedi tidak lepas dari foto-grafi. Setiap hari seorang ahli bedah orthopedi melihat dan menilai foto X-ray/rontgen, CT, arthrogram atau MR. Foto tersebut digunakan sebagai modal penegakan diagnosis, penentuan terapi dan evaluasi hasil operasi (post op x-ray). Sejak tahun 1930 telah muncul fotografi dengan sarana X-Ray. Salah satu pioneer seni x-ray adalah Dain Tasker. Alat yang ditemukan oleh Wilhelm Konrad Rontgen pada tahun 1895 ini digunakan sebagai media seni yang menakjubkan. Kerumitan serta kebutuhan akan instrumen khusus yang melibatkan bahan radioaktif membuat tidak banyak seniman mendalami “x-rayography”, beberapa diantaranya yang terkenal adalah Leslie Wright dan Werner Schuster.

image

Seni fotografi adalah salah satu dari seni cita rasa. Secara sederhana fotografi merupakan seni menghentikan waktu. Kita mampu membekukan waktu lalu membagikan momen itu kepadaorang lain sehingga bisa dinikmati keindahannya atau melihat peristiwa menakjubkan. Karya fotografi juga membawa keinginan art-ist untuk memberi inspirasi.

Seni bukan ilmu pasti, demikian pula dengan orthopedi, siapa yang berani memberi kepastian kesempurnaan hasil operasi seorang ahli orthopedi? dan siapa yang mampu memberi jaminan bahwa pasien akan kembali seperti sediakala?

Sahabatku, ada begitu banyak cita rasa seni yang termasuk didalamnya seni orthopedi. Sebuah seni pengobatan sistem muskuloskeletal dengan sentuhan cita rasa hati.

Yogyakarta, 27 Februari 2015

image

Orthopedi Pediatrik

Pada tahun 1741, Nicholas Andry, seorang profesor dari Universitas Paris mempublikasikan buku yang menjelaskan mengenai berbagai metode dalam pencegahan dan pengobatan kelainan bentuk pada anak. Dia mengkombinasikan dua kata dari bahasa latin, yaitu orthos atau lurus dan paidios atau anak, menjadi satu kata “orthopedics”. Inilah yang menjadi nama salah satu spesialisasi keilmuan bedah.

image

Gangguan bentuk yang terjadi pada anak baik itu sejak lahir (congenital) atau dapatan (aquired) apapun penyebabnya dapat berakibat besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak. Bukan hanya berdampak terhadap anak itu sendiri namun juga terhadap orang tuanya. 

Anak tidak sama dengan orang dewasa. Anak akan mengalami masa tumbuh kembang dimana respon anak terhadap adanya cidera, infeksi dan deformitas akan berbeda dibandingkan dengan orang dewasa.

image

Kelainan pada kaki berupa clubfoot termasuk yang paling sering dijumpai. Diperkirakan 1 dari 1000 kelahiran akan mengalami kelainanan ini. Pada umumnya jika ditangani secara tepat dengan teknik ponseti hasilnya cukup menjanjikan.

Kasus cerebral palsy misalnya, sebuah gangguan otak non progresif yang disebabkan berbagai faktor, baik itu sebelum lahir, saat lahir ataupun setelah lahir hingga usia 2 atau 3 tahun yang menyebabkan gangguan fungsi anggota gerak. Spektrum penyakit cerebral palsy cukup luas dapat mempengaruhi tulang belakang (spine), gangguan kognitif dan bersifat sentral. Pada keadaan tetraplegic untuk kebutuhan dasar hidup anak akan sangat bergantung kepada orang tuanya.

Orthopaedi Pediatrik berusaha mendalami dan mengkhususkan keimuan mengenai segala gangguan sistem muskuloskeletal anak untuk dapat mencegah deformitas lebih lanjut, mengembalikan bentuk dan fungsi demi meningkatkan kualitas hidup penderita (quality of live).

Yogyakarta, 2015

Orthopedic Nurses

“Perkenalkan, saya dokter Ahmadhil”, kalimat itu masih jelas teringat sejak terucap lima tahun lalu. Kalimat perkenalan dengan staf keperawatan di bangsal orthopedi tempat kami dididik menjadi seorang ahli bedah orthopedi. Hari-hari pertama di rumah sakit kami gunakan untuk berkenalan dengan perawat yang nantinya akan berhubungan kerja tim orthopedi kami. Di kamar operasi, bangsal orthopedi dan bedah lainnya, instalasi gawat darurat (IGD/UGD), pelayanan rawat jalan dan unit radiologi.

Sejak semula sebelum menjadi dokter bagi saya kesadaran akan hubungan sinergis dengan rekan perawat menjadi bagian terpenting dalam menangani pasien. Dibagian akhir sebuah film inspiratif “Patch Adam” jelas sekali bagaimana luar biasanya peran perawat dan bagaimana seharusnya menempatkan perawat dalam penanganan pasien bersama sama dokter. Ada baiknya anda menyempatkan diri menonton film yang diadaptasi dari kisah nyata dokter Hunter “Patch” Adams itu.

Sepanjang setahun pertama pendidikan orthopedi sebagian besar waktu dihabiskan di bangsal. Jadwal jaga yang ketat seringkali membuat residen sukar untuk dapat meninggalkan tugas di bangsal. Kami jadi memahami betapa tidak mudahnya tugas perawat. Merekalah yang sesungguhnya merawat pasien dengan segala keluh kesahnya, melayani pasien yang-mungkin-mempertanyakan dokter yang kurang menjelaskan mengenai penyakit dan terapi dalam bahasa pasien.

Perawat sebagai asisten operator saat operasi merupakan bagian yang vital bagi dokter bedah orthopedi. Peralatan bedah orthopedi tergolong yang paling beragam, seringkali berbeda beda untuk jenis operasi. Terlebih jenis operasi khusus. Diperlukan orang yang paham dalam mempersiapkan semua peralatan tersebut. Hal demikian akan mempermudah tugas ahli orthopedi ketika melakukan operasi.

Siapakah pioner perawat orthopedi? Adalah seorang wanita bernama Dame Agnes Hunt yang dikenal sebagai pioneer perawat orthopedi dunia. Perawat yang berasal dari Shropshire Inggris ini banyak berperan dalam perawatan anak anak cacat pada masanya, beliau juga banyak terlibat dalam perawatan korban akibat perang dunia pertama di Inggris. Bersama Robert jones, seorang ahli bedah orthopedi, mereka mendirikan RS Orthopedi “Robert Jones and Agnes Hunt Orthopaedic Hospital (RJAH)”.

image

Perawat orthopedi memiliki peranan penting dengan spesialisasi keperawatan muskuloskeletal, baik kamar operasi, bangsal perawatan, poliklinik/rawat jalan dan perawatan rumah (home care)). Setiap tanggal 30 Oktober masyarakat Amerika memperingatinya sebagai Hari Perawat Orthopedi (International Orthopaedic Nurse Day). Sejak tahun 2001 secara internasional 30 oktober dikenal sebagai hari peringatan dedikasi perawat orthopedi.

Beberapa waktu nanti saya akan memulai mengulang kalimat perkenalan itu di RS tempat pengabdian saya bertahun kedepan. Dengan menaruh harapan besar akan bisa bekerja sama penuh keakraban bersama perawat perawat orthopedi tangguh demi kepentingan pasien kami.

Yogyakarta, 20 Februari 2014

Source :

1. http://www.orthonurse.org/p/cm/ld/fid=34

2. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Agnes_Hunt

3. http://www.snipview.com/q/Agnes%20Hunt

Infeksi Tulang (Osteomyelitis)

Kesibukan menjadi rutinitas yang dihadapi oleh tim jaga emergency  bagian orthopaedi.  Setiap hari mereka menangani kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas hingga sekarang termasuk sangat banyak, namun berapakah jumlah pastinya? Entahlah. Apakah tidak tercatat di kepolisian? yang kami hadapi demikian, tidak setiap pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas melapor, dilaporkan atau diketahui oleh kepolisian dengan berbagai alasan. Salah satunya semisal kejadian kecelakaan tunggal yang dialami oleh anak dibawah usia minimal mendapatkan ijin mengemudi. Pihak keluarga merasa bimbang untuk melapor. Bisa jadi keluargalah yang akan disalahkan karena lalai dalam mengawasi sehingga anak dibawah umur mengendarai kendaraan.

Pasien kebanyakan berada direntang usia produktif. Berbagai faktor menjadi penyebab terjadi kecelakaan. Beberapa karena kesalahan sendiri (single traffic accident) akibat kondisi diri dan kendaraan yang kurang fit, karena kelalaian orang, bertabrakan dengan kendaraan lain (collition) dan sebagainya.

image

Waktu menunjukkan pukul 02.30 selepas tengah malam. Suasana UGD riuh dengan suara suara erangan, tangisan dan komando petugas emergency yang berjaga malam itu. Beberapa pasien tergeletak di bed perawatan, beberapa tampak lunglai sementara satu dua pasien dikelilingi tim medis, sigap sekali mereka bekerja, tidak ada tanda tanda lelah atau mengantuk.

Lelaki dewasa itu tergeletak dengan luka menganga di lutut kanannya, besar sekitar 10 centi dengan tulang menonjol keluar, pecah, dan serat serat otot yg robek tidak beraturan bercampur kerikil, pasir dan potongan rerumput hijau kuning. Darah membasahi celananya yang sengaja digunting oleh petugas. Tidak tampak darah mengalir kencang, bagian ujung kaki teraba hangat dan tidak pucat. Sepertinya pembuluh darah utama kaki kanannya itu aman.

Patah tulang dengan luka terbuka kotor seperti itu hanya salah satu dari sekian hal rutin yang ditemui setiap hari. Patah tulang terbuka dapat menyebabkan infeksi lokal sekitar luka (infected wound) maupun infeksi sistemik (sepsis) . Infeksi sistemik dapat berujung kepada kematian. Infeksi lokal bisa berlanjut lama dan lebih jauh ke dalam tulang, infeksi ini yang disebut sebagai chronic osteomyelitis.

Osteomyelitis kronis termasuk salah satu yang sulit untuk disembuhkan, diperlukan berbagai tindakan termasuk operasi seperti pembersihan (debridemen), membuang nanah yang berada di dalam tulang sekaligus membuang tulang yang mati (sequestrectomy). Bagian jaringan lunak (otot dan sekitarnya) yang terinfeksi dan menjadi jalur keluarnya nanah hingga kulit (sinus track) dibuang. Penanaman cangkok tulang (cancellous bone graft) disertai butir butir antibiotik (antibiotic beads) dilakukan sebagai bagian upaya eradikasi holistik bakteri penyebab osteomyelitis. Sering dijumpai pasien memerlukan berkali-kali operasi disertai pengobatan antibiotik suntik (injeksi) dan minum (oral) dengan jangka lama. Tingkat kambuhan (rekurensi) penderita osteomyelitis cukup tinggi yaitu mencapai 30 %.

image

Sesungguhnya Tuhan menurunkan penyakit itu beserta obatnya, namun karena keterbatasan ilmu manusia maka ada penyakit yang diketahui obatnya dan ada pula yang tidak diketahui (1). Belum diketahui tepatnya. Untuk itulah ilmu pengetahuan berkembang, penelitian demi mencari obat suatu penyakit terus menerus dilakukan oleh ilmuwan yang ahli dibidang tersebut.

Ketika sakit maka berobatlah kepada yang ahli sesuai keilmuannya (2). Sebagai dokter sudah barang tentu berkewajiban mengusahakan yang terbaik kepada setiap pasien, mengaplikasikan ilmu medis yang dipelajari belasan tahun lamanya, memberi semangat pasien untuk memperoleh kesembuhan.

Sahabatku, sakit adalah ujian bagi manusia. Kesembuhan dari suatu penyakit tentu hanya milik Tuhan semata (3). Jika belum diberi kesembuhan maka sakit tersebut adalah tabungan amalan ikhlas bagi yang kuat dan sabar menjalaninya.

Yogyakarta, 8 Februari 2015

Catatan kaki :

(1)
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“ Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Ada orang yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahuinya.” (HR Ahmad 4/278 dan yang lainnya, shahih)

(2)
تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ

“Berobatlah, karena tiada satu penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya, selain dari satu penyakit, yaitu ketuaan.”  (HR. Abu Dawud (IV/125 no. 3855) dari Usamah bin Syarikradhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy (hal. 461 no. 2039)).

(3)
وَ إِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

 “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]

Menikah

Dua malam yang lalu seorang sahabat dekat mengirim sms bahwa dia hampir menikah namun (untuk kesekian kalinya) gagal. Kali ini karena perbedaan latar belakang pemahaman agama keluarganya dan keluarga calon mempelai. Bukan berbeda agama, namun berbeda cara pemahaman arah pandang agama mereka.

“Aku punya keyakinan koq, Tuhan pasti sudah menyediakan bidadari untuk aku”. “Iya,” kataku. ”Tapi apa kita punya kemampuan untuk menjemput bidadari itu? Atau jangan-jangan yang mampu kita jemput adalah genderuwo wanita, karena hanya setingkat itu yang sepadan dangan kita”, aku menambahi. “Bisa jadi kau gagal karena memang kau belum yakin siap benar mau nikah” Lanjutku. Dia menjawab ”Aku juga tidak tahu. Mungkin sampeyan benar, kita memang belum yakin mau menikah. Kata orang, orang mau menikah dan membangun rumah itu sama, banyak lika likunya”. Benar juga, mana ada orang buat rumah hanya berbekal semangat membara. Tanpa pasir, semen, genteng, kayu atau minimal palu paku.

Semalam, seorang sahabat datang agak tersipu melihat calon pasangan hidupnya yang juga sahabatkmemberi undangan pernikahan mereka awal bulan depan. “Akhirnya, “Amin” mu yang buanter banget dua setengah tahun lalu mendapat jawaban”. Dia hanya tersenyum seperti meng’iya’kan.

Siang ini, sahabat saya sedang bersiap-siap mengadakan resepsi pernikahannya di Bogor. Sahabat yang sudah mantap untuk menjaga diri dan kehormatannya. Siap untuk membangun rumah dengan segala lika-likunya. Gembira untuk mendapat ‘ijab sah’ setelah setengah bulan lalu mendapat ‘ijazah’.

Mohon maaf tidak bisa memberi kado berbentuk materi apa saja, apalagi karangan bunga. Jika memaksakan diri mungkin nantinya hanya seperti menggarami air laut.

image

“Bebaskan saja sukacita meletup-letup
Pada hari ini semua bermekar penuh rindu bermusim

Aku meraba nadimu, bertahun berdebu
Aku menanti sukamu seperti hari ini
Semua sukacita meletup-letup”

Menikah, kata orang butuh persiapan matang. Terlebih kami sebagai lelaki, calon pemimpin tertinggi dalam keluarga. Pengambil keputusan tertinggi. Pendidik, juru bicara dan penyandang dana utama dalam keluarga. Sebagian mantap mengambil keputusan besar itu. Sebagian lagi terseok-seok karena hanya punya modal semangat.

Yogyakarta, 15 Februari 2015

(Re-write from 28 Oktober 2007 version special for my friend : MAJ )

Versus bone setter

Anak itu masih menangis ketika datang ke unit gawat darurat. Tangan kanan hingga sebatas lengan terikat sesuatu penyangga. Sebagian nampak bengkak dan menghitam berbau. Pamannya bercerita bahwa 12 hari yang lalu dia terjatuh dan merasa nyeri sekali diujung bawah lengan atas dan tidak dapat digerakkan. Oleh keluarganya dia tidak dibawa ke rumah sakit melainkan dibawa ke pengobatan patah tulang tradisional (bone setter). Lengannya diikat oleh mereka. Semakin hari dia mengeluh lengan semakin bengkak dan nyeri.
Dia mengalami compartment syndrome, suatu kegawat daruratan orthopedi yang berakibat fatal terhadap lengan dan tangannya.

Beberapa hari kemudian tim orthopedi memutuskan untuk melakukan amputasi sebatas lengan karena memang sudah membusuk tidak bisa diselamatkan. Kedua orangtuanya hari itu menangis seharian, sangat menyesali keputusan membawa anak mereka ketempat yang tidak semestinya.

Dalam sejarahnya, bapak orthopedi Inggris Hugh Owen Thomas adalah anak dari seorang dukun tulang terkenal dimasanya. Dia mempelajari medis dan kemudian berlanjut mendalami orthopedi, pada akhirnya Pak Thomas harus berseberangan dengan ayahnya sendiri.

Sesungguhnya sahabatku, begitu banyak cerita memilukan mengenai kecacatan pada pasien dengan patah tulang atau sendi terlepas yang ditangani oleh bone setter. Mulai dari keluarga saya, teman, tetangga, keluarga teman dan pasien-pasien yang datang ke rumah sakit. Bukan tidak mungkin anda juga punya cerita serupa.

Ilmu orthopedi salah satunya mempelajari penanganan patah tulang (fracture) dan sendi yang terlepas (dislocation) supaya bisa kembali seoptimal mungkin mendekati bentuk dan fungsi aslinya dengan seminimal mungkin komplikasi.

image

Dalam melakukan tindakan tersebut sebisa mungkin dilakukan dengan cara tanpa operasi. Ada banyak sekali keadaan dimana tidak perlu dilakukan tindakan operasi. Kami, dokter ahli orthopedi, tidak selalu melakukan tindakan operasi. Banyak keadaan dimana pilihan pertama terapi yang dilakukan adalah non operatif atau tanpa pembedahan. Sendi terlepas misalnya, dengan penanganan tepat cukup diberi obat penenang dan dikembalikan ke dalam sendi.

Perkembangan keilmuan membawa keniscayaan bahwa penanganan masalah kesehatan didasarkan kepada usaha maksimal yang dilakukan berdasarkan keilmuan yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Kurang pantas rasanya jika saya membahas hubungan keilmuan dengan dasarnya secara agama, namun sekilas dalam pandangan saya setidaknya ada 3 dasar pemikiran.

Pertama, perintah pertama Tuhan adalah kewajiban untuk membaca yaitu membaca dengan didasari kerendahan sebagai makhluk. Kedua, Tuhan tidak akan merubah keadaan jika manusia tidak berusaha merubahnya sendiri. Ketiga, nabi sangat mendorong untuk menuntut ilmu, meskipun itu ribuan kilometer dari kampung halaman.

Apa yang menjadi dasar tindakan dokter bukanlah atas pengalaman pribadi, namun berdasar keilmuan yang bisa dipertanggung jawabkan (evidence based). Berlandaskan keilmuan yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dikerjakan terhadap jutaan orang pasien diseluruh dunia, di-review dan diteliti oleh ratusan ribu ilmuwan dari seluruh dunia. Keilmuan yang selalu dikembangkan untuk menuju penanganan terbaik terhadap pasien, dengan berusaha sejauh mungkin menghindari segala komplikasi yang mungkin terjadi.

Seratus dua puluh tahun lalu Tuhan menganugerahkan kemampuan luar biasa kepada manusia. Sejak tahun 1895 manusia mampu melihat tulang manusia tanpa membedahnya. Tidak perlu puasa khusus, bersemedi atau menjadi “Orang Pintar” untuk bisa melihat dan mengetahui permasalahan apa yang terjadi pada tulang.

image

Dewasa ini Tuhan bahkan menganugerahkan ilmu yang lebih luar biasa lagi, sekarang manusia sudah bisa melihat struktur otot, lemak, syaraf, pembuluh darah dan bagian dalam tulang/sumsum tulang (bone marrow) tanpa melukai anggota tubuh sedikitpun.

Ketika Tuhan sudah menganugerahkan ilmu yang sedemikian hebatnya, maka sahabatku, masihkah anda mempercayakan persoalan anggota gerak anda kepada mereka yang mengaku-aku memiliki ilmu antah berantah atau dari nenek moyang yang semakin tidak jelas “sanad”-nya?

Yogya, Desember 2014

Adam

Bertuturlah alam padaku
Hikayat kedamaian ribuan windu tak terusik
Kala semilir angin pagi menyapa nuh dengan potongan kayunya
Dan desir angin malam iba melihat Yusuf
Sendiri dalam sumur
Empat ribu tahun silam

Selama itu alam setia
Pada kebenaran hakiki
Pada cahaya yang menyelubungi Muhammad malam itu.

Yogyakarta, Pre 2000

image