Arsip Kategori: 3. Bilik Sehat

ringkasan referensi dari beberapa sumber untuk mempelajari seputar medis dan bedah orthopaedi

Infeksi Tulang (Osteomyelitis)

Kesibukan menjadi rutinitas yang dihadapi oleh tim jaga emergency  bagian orthopaedi.  Setiap hari mereka menangani kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas hingga sekarang termasuk sangat banyak, namun berapakah jumlah pastinya? Entahlah. Apakah tidak tercatat di kepolisian? yang kami hadapi demikian, tidak setiap pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas melapor, dilaporkan atau diketahui oleh kepolisian dengan berbagai alasan. Salah satunya semisal kejadian kecelakaan tunggal yang dialami oleh anak dibawah usia minimal mendapatkan ijin mengemudi. Pihak keluarga merasa bimbang untuk melapor. Bisa jadi keluargalah yang akan disalahkan karena lalai dalam mengawasi sehingga anak dibawah umur mengendarai kendaraan.

Pasien kebanyakan berada direntang usia produktif. Berbagai faktor menjadi penyebab terjadi kecelakaan. Beberapa karena kesalahan sendiri (single traffic accident) akibat kondisi diri dan kendaraan yang kurang fit, karena kelalaian orang, bertabrakan dengan kendaraan lain (collition) dan sebagainya.

image

Waktu menunjukkan pukul 02.30 selepas tengah malam. Suasana UGD riuh dengan suara suara erangan, tangisan dan komando petugas emergency yang berjaga malam itu. Beberapa pasien tergeletak di bed perawatan, beberapa tampak lunglai sementara satu dua pasien dikelilingi tim medis, sigap sekali mereka bekerja, tidak ada tanda tanda lelah atau mengantuk.

Lelaki dewasa itu tergeletak dengan luka menganga di lutut kanannya, besar sekitar 10 centi dengan tulang menonjol keluar, pecah, dan serat serat otot yg robek tidak beraturan bercampur kerikil, pasir dan potongan rerumput hijau kuning. Darah membasahi celananya yang sengaja digunting oleh petugas. Tidak tampak darah mengalir kencang, bagian ujung kaki teraba hangat dan tidak pucat. Sepertinya pembuluh darah utama kaki kanannya itu aman.

Patah tulang dengan luka terbuka kotor seperti itu hanya salah satu dari sekian hal rutin yang ditemui setiap hari. Patah tulang terbuka dapat menyebabkan infeksi lokal sekitar luka (infected wound) maupun infeksi sistemik (sepsis) . Infeksi sistemik dapat berujung kepada kematian. Infeksi lokal bisa berlanjut lama dan lebih jauh ke dalam tulang, infeksi ini yang disebut sebagai chronic osteomyelitis.

Osteomyelitis kronis termasuk salah satu yang sulit untuk disembuhkan, diperlukan berbagai tindakan termasuk operasi seperti pembersihan (debridemen), membuang nanah yang berada di dalam tulang sekaligus membuang tulang yang mati (sequestrectomy). Bagian jaringan lunak (otot dan sekitarnya) yang terinfeksi dan menjadi jalur keluarnya nanah hingga kulit (sinus track) dibuang. Penanaman cangkok tulang (cancellous bone graft) disertai butir butir antibiotik (antibiotic beads) dilakukan sebagai bagian upaya eradikasi holistik bakteri penyebab osteomyelitis. Sering dijumpai pasien memerlukan berkali-kali operasi disertai pengobatan antibiotik suntik (injeksi) dan minum (oral) dengan jangka lama. Tingkat kambuhan (rekurensi) penderita osteomyelitis cukup tinggi yaitu mencapai 30 %.

image

Sesungguhnya Tuhan menurunkan penyakit itu beserta obatnya, namun karena keterbatasan ilmu manusia maka ada penyakit yang diketahui obatnya dan ada pula yang tidak diketahui (1). Belum diketahui tepatnya. Untuk itulah ilmu pengetahuan berkembang, penelitian demi mencari obat suatu penyakit terus menerus dilakukan oleh ilmuwan yang ahli dibidang tersebut.

Ketika sakit maka berobatlah kepada yang ahli sesuai keilmuannya (2). Sebagai dokter sudah barang tentu berkewajiban mengusahakan yang terbaik kepada setiap pasien, mengaplikasikan ilmu medis yang dipelajari belasan tahun lamanya, memberi semangat pasien untuk memperoleh kesembuhan.

Sahabatku, sakit adalah ujian bagi manusia. Kesembuhan dari suatu penyakit tentu hanya milik Tuhan semata (3). Jika belum diberi kesembuhan maka sakit tersebut adalah tabungan amalan ikhlas bagi yang kuat dan sabar menjalaninya.

Yogyakarta, 8 Februari 2015

Catatan kaki :

(1)
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“ Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Ada orang yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahuinya.” (HR Ahmad 4/278 dan yang lainnya, shahih)

(2)
تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ

“Berobatlah, karena tiada satu penyakit yang diturunkan Allah, kecuali diturunkan pula obat penangkalnya, selain dari satu penyakit, yaitu ketuaan.”  (HR. Abu Dawud (IV/125 no. 3855) dari Usamah bin Syarikradhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan sahih oleh at-Tirmidzy (hal. 461 no. 2039)).

(3)
وَ إِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

 “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]

Muskuloskeletal dalam alquran dan hadist

image

A. AL QUR’AN

Tentang embriologi muskuloskeletal :

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”
(Al Qur’an, 23:14)

Tentang tahapan pembentukan tulang :

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini“.
( Al A’raf ayat 172)

Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahwa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati),

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata:” Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?

“Katakanlah:” Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, “(QS. Yasin: 77-79).

Pembentukan manus / tangan dan jari jari :

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4).

Penciptaan tubuh yang seimbang (simetris bilateral) :

الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ

“ Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”,( Qs al-Infithar :7 )

Tentang perbedaan morfologi :

فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

“ Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” ( Qs al-Infithar : 8 )

B. HADITS

Tentang tulang coccxyc :

Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor (sulbi), daripadanya manusia dibangkit kembali pada hari kiamat, “(Riwayat  Al Bukhari, Nomer: 4935).

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Seluruh bahagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor( ‘ajbu adz-dzanab) , daripadanya tubuh diciptakan dan dengannya dipasang kembali.” (Riwayat Imam Muslim 5254)

Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasul saw bersabda, ’Ada satu tulang pada anak Adam yang tidak dimakan tanah.’ Mereka bertanya, ‘Apa itu, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Tulang sulbi.’(Riwayat  Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dalam kitabnya al-Musnad, and Malik dalam kitabnya al-Muwaththa’).

“ Akan dimamah tanah setiap daripada manusia melainkan ajbu az zanab. Berkata para sahabat, apakah benda itu Ya Rasulullah, Rasulullah menjawab, seumpama biji sawi daripadanya diterbitkan” (Riwayat Imam Ahmad)

Tentang penciptaan wanita :
Tentang sifat tulang :
Tentang bentuk tulang costa :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata,“Telah bersabda Rasulullah s.a.w:

Berwasiatlah kalian terhadap para wanita dengan wasiat yang baik. Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Oleh karena itu jika kamu meluruskannya dengan paksa maka kamu akan mematahkannya, akan tetapi jika kamu biarkan maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah kamu terhadap para wanita dengan wasiat yang baik”. (Muttafaq ‘alaih HR: Bukhari dan Muslim)

Tentang persendian/joint :

Sesungguhnya setiap manusia dari keturunan Adam diciptakan dengan 360 sendi. Barang siapa bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu dari jalanan, duri atau tulang dari jalanan, memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran, sejumlah 360 sendi tersebut, maka hari itu ia telah berjalan sambil menjauhkan dirinya dari neraka”. (Muslim; 1675)

Bandung, 9 januari 2015

Source: disarikan dari berbagai sumber

Orthopaedic online resource

Kebutuhan mengenai scientific online resources menjadi sangat penting dewasa ini. Dengan mudahnya kita bisa melakukan updating atau sekedar me-refresh keilmuan setiap saat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pasien.
Tentu anda mempunyai referensi online sesuai bidang keilmuan anda. Untuk bidang orthopaedi ada begitu banyak sumber yang baik, salah satu yang terbaik dapat kita temukan pada laman
http://www.orthobullets.com.

 

image

 

Orthobullets merupakan laman rangkuman dan intisari orthopaedi yang cukup menarik. Dikemas dengan konsep interaktif dan diampu moderator yang mumpuni. Diskusi materi dan kasus sangat beragam dipaparkan oleh para expert dari berbagai belahan dunia.

image

 

Bagi anda seorang profesional orthopaedic  surgeon, orthopaedic registraar ataupun GP maka tidak salah jika laman ini dapat dijadikan sebagai wacana pilihan terbaik online resource anda dibidang bedah orthopedi.

 

Akibat ledakan petasan pada tangan (hand blast injury)

Petasan atau mercon banyak digunakan dalam perayaan nasional dan budaya di seluruh dunia. Baik itu peringatan hari kemerdekaan, tahun baru, hari besar keagamaan atau peringatan kebudayaan setempat.

Ledakan petasan atau mercon yang mengakibatkan cedera pada tangan masih sering dijumpai di Indonesia. Kejadian ini mengalami peningkatan selama perayaan hari libur nasional terutama selama perayaan Idulfitri dan tahun baru.

Pengetahuan tentang pola cedera akibat petasan disertai pemahaman mendasar tentang sifat kerusakan/ destruction morphology pada anggota tubuh akibat petasan dapat membantu dokter dalam melakukan penanganan terhadap korban.

Beberapa penelitian mengenai cidera akibat petasan menyebutkan bahwa insiden tinggi terjadi pada usia anak dan remaja. Di Australia berkisar 88% yang menjadi korban petasan adalah usia dibawah 18 tahun. Di Selandia Baru 68% dari korban adalah anak di bawah usia 15 tahun.

Cedera bervariasi mulai dari luka kecil atau minor injury hingga cedera yang menghancurkan sebagian besar anggota tubuh dan membutuhkan operasi rekonstruksi yang rumit.

Pada tahun 2012 kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan analisa kasus cidera akibat petasan atau mercon yang datang ke rumah sakit pendidikan tempat kami mengikuti pendidikan spesialis orthopaedi dan traumatologi. Kasus kami dapatkan selama periode seminggu perayaan Idul Fitri ditahun tersebut.

Selama kurun waktu 1 minggu tersebut kami menjumpai 8 pasien akibat petasan atau mercon. Seluruhnya laki-laki. Separuh dari korban berusia kurang dari 20 tahun. Semua pasien memegang petasan dengan tangan yang dominan digunakan/ dominant hand kecuali 1 pasien terkena lemparan petasan saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari 7 pasien yang memegang petasan 2 diantaranya terluka ketika mencoba untuk mengambil kembali petasan yang urung meledak.

Sebagian besar lokasi kejadian berada disekitar rumah pasien / neighborhood (7 dari 8 kasus). Peristiwa terjadi antara jam18:00 hingga 24:00.

Bagian yang paling banyak mengalami cidera adalah ibu jari tangan kanan, telunjuk dan telapak tangan sisi ibu jari. Kombinasi umum dari cedera tersebut adalah jari-jari, ibu jari- jari tengah-jari manis; ibu jari-telunjuk-jari tengah; telapak tangan-ibu jari dan telunjuk. Tidak ada cedera pada sistem organ lain yang ditemukan secara bersamaan

image

image

Semua pasien dan orang tuanya memahami bahaya petasan dan sudah tahu bahwa petasan dilarang tapi mengaku tidak mengetahui peraturan/undang-undang mengenai petasan atau mercon.

Pemerintah, meskipun merupakan pihak yang memiliki kewajiban terhadap pelanggaran peraturan, terlalu lumrah untuk disalahkan. Fungsi pengawasan dari orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor tak terpisahkan. Pencegahan dan pemahaman masyarakat perlu dibina. Bagaimanapun juga kesadaran setiap orang dalam memahami bahaya penggunaan petasan dan mercon menjadi bagian penentu utama.

Beberapa pasien bisa kembali sekolah atau bekerja, namun apakah akan sama seperti sediakala? mungkin iya mungkin juga tidak. Tergantung tingkat keparahan awal dan rekonstruksi yang dilakukan.

Bagai piring yang pecah lalu diperbaiki, apakah akan seindah piring baru? Saya rasa sahabat semua bisa menjawabnya.

Yogyakarta, tahun baru 2015

Definisi Orthopaedi

Salter mendefinisikan orthopaedi sebagai ” the art and science of prevention, investigation, diagnosis, and treatment of disorder and injuries of the musculoskeletal system by medical, surgical, and physical means-including physiotherapy-as well as study of musculoskeletal physiology, pathology, and other related basic science”.