Arsip Kategori: 1. Risalah Kalbu

oretan dan pandangan penulis

Rihlah Hati

image

Bengkulu, bencoolen seperti dikatakan penjajah inggris atau benkulen menurut belanda mempunyai banyak keindahan yang mengagumkan. Terletak tepat berada di pesisir barat pulau sumatera menghadap ke Samudera Hindia.

Bangsa asing sudah menginjakkan kaki di bengkulu sejak beratus tahun lampau. Istana gubernur Rafless pernah di Bengkulu sebelum akhirnya pindah karena tukar guling dengan Singapura.

Udara berangin bercampur dengan uap laut yang asin terasa nyaman, terlebih ketika bersantai di tepi pantai nan panjang, selayaknya nama pantai ini.

Boleh dikata selama sebulan bertugas di bengkulu tiada seharipun saya tidak berada di pantai. Kadang selepas subuh sebelum mengerjakan tugas apapun di RS saya sempatkan ke pantai demi menunggui secarik sinar matahari yang turun searah laut.

Selepas operasi tidak jarang saya ke pantai menikmati semilir angin laut dari sela pepohonan cemara laut. Di bangku kayu pendek dengan sebuah kelapa muda terpotong tanpa tambahan apapun.
image

Sore adalah saat paling sering untuk menikmati pantai. Keindahan sunset di bengkulu sungguh luar biasa. Saya seringkali beruntung melihat matahari bulat sempurna jatuh ke dalam samudera, masih dengan awan tipis berselaput magenta. Kemudian semakin lama laut berubah kehitaman dan langit menjadi semakin biru dengan ornamen merah oranye.

wpid-img-20140124-wa0001.jpg

Bung karno menghabiskan 4 Tahun masa pengasingan disini (1938 – 1942). Saya sempat berkunjung ke rumah pengasingan beliau. Sebagai seorang intelektual beliau mempunyai cukup banyak buku untuk mengisi masa pengasingan beliau. Tampak jelas dari rak-rak berisi puluhan buku tua milik beliau.

Meskipun dibuang oleh penjajah belanda namun beliau sebagai seorang intelektual tetap aktif menggunakan keilmuan teknis sipil dan arsitektur dengan merancang serta merenovasi beberapa rumah, termasuk diantaranya masjid jami kota Bengkulu.

Banyak orang orang besar mendapatkan inspirasi ketika berada di pengasingan. Bung Karno menulis pledoi “Indonesia Menggugat”-nya  ketika berada di penjara Sukamiskin. Lantas Buya Hamka  menyelesaikan tafsir monumental Al Azhar di tahanan Sukabumi ketika beliau disana selama 2 tahun. Karya-karya masterpiece tercipta tidak dengan cara yang mudah. Dia merupakan kulminasi intisari pemikiran sang maestro.

kutai barat

Kita butuh waktu untuk sendiri, melakukan internal correction dan rihlah hati.  Sebagai individu tentunya segala atribut kewajiban melekat pada diri kita. Tentu pula berbagai kekurangan melekat dalam melakukan kewajiban tersebut. Introspeksi tidak hanya melihat kesalahan, lebih dari itu yang terpenting adalah berani mengakui kesalahan tersebut berawal dari diri sendiri, bukan orang lain.

Mengakuinya sembari melepaskan ke-ego-an bukan sesuatu yang mudah, namun coba bayangkan jika setiap individu mau melakukan hal demikian tentu akan menjadi jauh lebih indah. Atau bukan tidak mungkin dari dasar kerendahan hati anda tersebut akan hadir sebuah masterpiece yang membanggakan.

Yogyakarta,  2014

Selayang Pandang Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Yogyakarta

191. The Real MER-Cs Logo

 

Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C ) adalah suatu Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis yang bersifat profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi yang mengemban sebuah amanah kemanusiaan dan bergerak dibidang pertolongan medis gawat darurat.

MER-C mengkhususkan diri pada pertolongan kesehatan dan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam yang berskala nasional maupun internasional.

MER-C berdiri tanggal 1 Agustus 1999 di Jakarta pada saat terjadinya tragedi Ambon tahun 1999. MER-C berdiri deangan dilatar belakangi oleh ketidaknetralan dan kekurang profesionalan tenaga medis dan distribusi bantuan medis yang tidak merata dan cepat

Latar belakang pendirian MER-C cabang Yogyakarta ketika pada akhir tahun 2000, bencana banjir dan tanah longsor di Yogyakarta dan Jawa Tengah, SCORP (Standing Committee On Refugees and Peace) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran(BEM FK) UGM melakukan pengiriman tim kemanusiaan. Pada saat itu belum ada organisasi yang dapat menangani masalah bencana dan konflik, memiliki komitmen dan mobilitas yang tinggi serta profesional dengan sasaran yang tepat. Pada awal tahun 2001 dr. Sayuti Daud SpB (saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa FK UGM) menghadap dr. Jose Rizal SpOT di Jakarta untuk meminta ijin mendirikan cabang MER-C di Yogyakarta. Akhirnya didirikan MER-C cabang Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2001.

Visi dan Misi MERC adalah berlandaskan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. MER-C bersifat netral, independent, non partisan, mobilitas, profesional, dan suka rela. MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di luar dan di dalam negeri

Keangotaan MER-C bersifat terbuka untuk semua orang yang memiliki komitmen terhadap kemanusiaan. Selanjutnya disebut relawan yang terbagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :

1. Kategori M:

Berlatar Berlatar belakang medis, tidak bersedia diturunkan ke lapangan

2. Kategori E :

Berlatar belakang medis, bersedia diturunkan ke lapangan

3. Kategori R :

Berlatar belakang non medis, bersedia diturunkan ke lapangan

4. Kategori C :

Berlatar belakang nonmedis, tidak bersedia diturunkan ke lapangan

Kegiatan MERC cabang Yogyakarta terbagi menjadi kegiatan Emergency yaitu berupa pengiriman relawan dan penggalangan dana untuk penanganan korban bencana alam maupun konflik, Kegiatan non emergency berupa pelayanan kesehatan baik mandiri maupun kerjasama, pengadaan ambulans,Kajian relawan (ilmiah, kemanusiaan, kerelawanan dan kebencanaan), Pendirian klinik dhuafa (3 klinik sosial yang bekerjasama dengan BNI dan 1 buah klinik sosial mandiri), penggalangan dana operasional dan kemanusiaan, pelatihan ketrampilan medis relawan maupun non relawan, sirkumsisi massal.

Kegiatan pengiriman relawan oleh MER-C cabang Yogyakarta telah dilakukan pada berbagai misi kemanusiaan ke wilayah yang mengalami kerusuhan, bencana alam, wabah penyakit dan daerah tertinggal. Daerah misi tersebut meliputi :

Purworejo, tanah longsor

Jakarta, bencana banjir

Kudus, bencana banjir

Pati, bencana banjir

Cilacap, bencana banjir

Aceh, tsunami

Pangandaran, Tsunami

Papua, Daerah tertinggal

Bantul, Gempa

Padang, Gempa

Sleman, Letusan gunung Merapi

MER-C cabang yogyakarta memiliki 7 divisi yang terdiri dari Divisi Klinik, Divisi SDM ,Divisi Banlog, Divisi Humas, Divisi Danus, Divisi Yankes, Divisi MTC

Selamat Hari Raya, Mari Berhenti sejenak

 

Tibalah kita dihari yang tidak biasa. Tanpa terasa kita sudah melampaui akhir ramadhan tahun ini. Tiba pada fase perpisahan dengan bulan yang penuh berkah. Di bulan ramadhan kita umat islam diberi kesempatan seluas luasnya untuk beramal, mengintrospeksi diri dan mengendalikan diri. Puasa juga perangkat pembelajaran untuk menajamkan mata batin kehidupan sosial. Memahami bagaimana susahnya lapar yang menjadi makanan sehari hari kaum dhuafa. Kita dipaksa untuk tidak melakukan hal yang biasa kita lakukan, makan di pagi dan atau siang hari. Dipaksa untuk melakukan yang tidak biasa kita lakukan, makan disepertiga terakhir malam. Waktu yang menurut ukuran manusia tidak wajar untuk menyantap telur ceplok dengan oseng buncis atau rendang daging daun singkong, bacem tahu dan sayur bening. Kita kembali kesekian kalinya ditempa untuk menurunkan ambang batas kepekaan terhadap penderitaan sesama.

Tidak terhitung orang-orang yang mengupas mukjizat puasa dan bulan ramadhan. Mulai dari sudut pandang syariah, filosofis, ekonomi makro mikro, bisnis dan enterpreneurship, psikologis, sosiokultural, hingga medis baik oleh ilmuwan dari barat, timur dekat, timur jauh, selatan (afrika), muslim maupun non muslim. Memang begitulah seharusnya, pembahasan tentang kemukjizatan puasa dan Ramadhan tidak akan pernah berhenti hingga berakhirnya zaman. Selalu saja ada pertanyaan untuk kita renungkan. Pertanyaan adalah prinsip dasar dalam ilmu pengetahuan. Namun sesungguhnya rasionalitas yang dalam disiplin keilmuan kita sangat dibangga-banggakan tidaklah cukup untuk menjelaskan agama islam.

danau dendam_tegak berdiri atau tidak

Tentu anda sudah mempraktekkan banyak cara untuk mengisi bulan berkah ini supaya tidak sia-sia. Memaknai bahwa puasa tidak hanya menahan lapas dahaga.

Semoga pikiran anda tidak melulu terjebak pada perseteruan tentang sholat tarawih 11 atau 23 rakaat dengan dua-dua atau empat-empat. Masing masing mereka punya dasar yang diyakini. Terlalu sia-sia jika energi sebegitu banyak dicurahkan untuk mengurusi persoalan furu’iyah. Masih banyak persoalan yang lebih penting untuk diselesaikan. Persoalan yang diperdebatkan itu persoalan dan amalan sunnah, sedangkan persatuan adalah wajib, maka wajib mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah.

Kumandang takbir tahun ini terasa berbeda sekali. Masing masing punya pandangan sendiri terhadap perbedaan yang saya maksud. Sebagian merayakannya dengan orang tercinta, sebagian merayakan tanpa orang yang sangat dicintai yang mendahului menghadap Tuhan. Sebagian merasakan kebebasan setelah selesai menjalani pendidikan yang melelahkan. Sebagian tidak rela berpisah dengan ramadhon, rindu keheningan malam malam ber-kholwat (berdua-duaan) dengan Tuhan. Semoga tidak ada sebagian yang merasakan kenyataan bahwa ramadhan tahun ini justru lebih tidak bermakna dibanding ramadhan sebelumnya.

Profesi kita kata banyak orang adalah profesi yang sarat akan kesempatan untuk berbuat baik, kita sangat berkesempatan untuk menambah pundi pundi amaliyah yang darinya akan menjadi istana dan kebun surga. Bukan tidak mungkin juga kesempatan itu akan terhapus begitu saja karena niat yang tidak benar. Sesungguhnya pundi mana yang akan kita tambah bergantung kepada niat awal. Sesibuk apapun kita mengejar dunia pastikanlah bahwa hati kita terpenuhi hak-haknya untuk mengingat Sang Pencipta, dengan berbagai metode pendekatan tentunya. Dunia tak akan pernah habis untuk dikejar. Memuaskan nafsu bagai menambahkan segelas air sirup di lautan, tidak akan menambah atau merubah apapun dari lautan itu.

Kecukupan memang penting, namun bukan berarti segalanya. Kelimpahan memang sangat didamba, namun bukan berarti menafikan kesenangan bercengkrama dengan Pencipta. Dihari yang penuh keberkahan ini mari kita berhenti sejenak sebelum semua terlalu jauh.

Mohon maaf atas segala khilaf lahir dan bathin. TaqobbalAllahu minna wa minkum.

Yogyakarta, 1 Syawwal 1428 Hijriah
[1st post on October 27th, 2007]

Deep Borneo Expedition

image

Akhir juni lalu saya mengikuti program pelayanan kesehatan ke daerah sangat terpencil dan perbatasan Kalimantan Timur. Tujuan akhirnya adalah desa terhulu dari sungai mahakam yaitu desa Long Apari.

Menuju kampung terhulu ini kami menyusuri sungai mahakam menggunakan speedboat yang ditempuh kurang lebih 2 hari perjalanan dari Sendawar, ibukota Kabupaten Kutai Barat. Lamanya perjalanan ini selain karena medan yang berat  kamipun harus singgah di beberapa perkampungan suku dayak untuk mengadakan layanan pengobatan dan mengikuti acara adat setempat.

image

image

Berangkat dari desa Tering kami menyusuri hutan hujan kalimantan yang sudah banyak terpangkas oleh kepentingan ekonomi, semakin ke hulu semakin kami menyaksikan hutan hujan kalimantan yang belum terjamah.

Keindahan alam sepanjang sungai mahakam sungguh luar biasa. Di beberapa bagian tampak air terjun yang sepertinya sudah ribuan tahun menemani silih berganti pepohonan tumbang dimakan waktu. Dinding-dinding batu dan beberapa jeram yang cukup untuk menyiutkan nyali membuat lupa bahwa kami masih berada di jantung kalimantan. Betul, jika melihat peta kalimantan maka kami berada tepat di tengah-tengah pulau kalimantan.

La19

La20

Tidak banyak teman-teman rumah sakit Sendawar yang pernah sampai ke desa Long Apari sekalipun mereka adalah penduduk asli daerah hulu mahakam. Sulitnya perjalanan dan harus melewati beberapa riam serta mahalnya biaya transport adalah penyebabnya.

Screenshot_2014-12-14-13-24-14_1

Tim medis kami terdiri dari beberapa dokter umum dan spesialis, diantaranya adalah sahabat-sahabat saya, om Herman, penata anestesi senior di RSUD di Kutai Barat, dokter Ervan, seorang dokter intership dari Jakarta dan tentunya dokter Musrah Muzakkar SpOG. Beliau seorang dokter ahli kandungan paling ganteng di Kutai Barat yang dulu ketika dokter umum sempat pula mengabdi di daerah pedalaman ini, tepatnya di kampung Long Pahangai.

Beliau mengabdi sebagai dokter puskesmas di Long Pahangai selama sekitar 2 tahun. Beliau bahkan telah diangkat anak oleh salah satu tetua kampung dan mendapat nama dayak “Ding Higang”.

Sebelum sampai di dusun paling hulu dari sungai mahakam ini kami tiba di kampung Tiong Ohang. Sebuah kampung yang cukup ramai dengan sumber listrik berasal dari masing-masing rumah.

Untuk menuju perkampungan ini kami melewati riam udang dan riam panjang. Kedua riam ini memiliki ciri khas yaitu pada keadaan air besar maka riam udang akan menjadi sangat mengerikan sedangkan riam panjang akan relatif, sekali lagi relatif bersahabat. Namun jika air surut maka riam panjang menjadi sangat menggila. Biasanya penduduk lokal memilih untuk berjalan kaki menyusuri bebatuan besar di tepian sungai untuk melewatinya. Hanya motoris (pengemudi) speedboat atau longboat (kapal kayu panjang dan ramping bermesin speedboat) yang membawa melewati riam tersebut.

Masyarakat Tiong Ohang beruntung memiliki seorang tenaga kesehatan yang sudah cukup lama mengabdi disana, beliau adalah dokter Audrey yang sudah mengabdi dikampung ini sekitar 6 tahun. Medan yang berat dan kendala transportasi serta komunikasi tidak mengurangi semangat pengabdian beliau. Berbagai suka duka sudah beliau alami selama bertugas bertahun di pedalaman terlalu panjang untuk ditulis menjadi satu dua buah cerita.

Indonesia merupakan sebuah negara besar yang dianugerahi Tuhan dengan kesuburan dan keindahan alam luar biasa mengagumkan. Begitu banyak ragam keindahan yang membuat saya sama sekali tidak meragukan kekuasaan Tuhan. Meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan telah memberikan anugerah tak ternilai bagi kita dan tanah air Indonesia Raya.

Teringat 6 tahun lalu ketika menjalankan tugas pengabdian sebagai dokter tidak tetap daerah terpencil di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,  saya juga pernah berpetualang hingga ke wilayah sangat terpencil yaitu pulau Maratua. Pulau Maratua terletak di laut sulawesi termasuk pula salah satu pulau terluar indonesia yang berbatasan dengan Malaysia. Menuju ke pulau Maratua saya harus melalui lautan sulawesi yang bergelombang dengan transportasi menggunakan speedboat ukuran menengah. Meskipun ombaknya tidak sebesar ombak laut selatan namun cukup menciutkan nyali.

Screenshot_2014-12-14-13-39-14_1

Petualangan ke daerah sangat terpencil seperti ini berlanjut ketika saya bertugas di Bengkulu sebagai bagian dari rotasi luar kota pada pendidikan spesialis saya. Ketika itu saya bersama dr.Meirizal SpOT yang sama-sama penggemar petualangan mengikuti kegiatan bakti sosial pegobatan ke Pulau Enggano. Untuk menuju pulau ini kami menggunakan kapal feri dengan jarak tempuh lebih kurang 12 jam.

Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar indonesia yang berada di samudera Hindia, berbatasan dengan India. Dari Kota bengkulu pulau ini berjarak sekitar 156 km atau 90 mil laut. Terbayang pula bagaimana penduduk pulau Enggano ketika mengalami kegawat daruratan medis apapun bentuknya akan sulit sekali menuju ke kota Bengkulu. Melintasi Samudera Hindia sejauh 150 kilometer bukanlah sesuatu yang mudah.

enggano 2

Semalam berada di kampung tiong ohang keesokan harinya kami bersiap menuju desa terhulu dari sungai mahakam ini. Kami harus melalui sebuah riam yang sangat menantang. Namanya adalah riam dua belas. Riam ini selalu ganas dalam keadaan apapun. Tidak terlalu panjang, namun bebatuan besar dengan arus deras sulit sekali untuk dilalui.

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam kami tiba di desa Long Apari. Desa kecil yang terletak di persimpangan sungai mahakam dengan anak sungainya, sungai mahakam yang lebar itu disini menjadi tidak lebih dari beberapa meter, hampir seukuran anak sungainya. Yang membedakan adalah warna sungai utama yg kecoklatan dan arusnya yang sangat deras sedangkan anak sungainya mengalir air yang jernih tidak seberapa deras sehingga dasar sungai bisa terlihat jelas.

Di desa Long Apari kami mengadakan pengobatan sesuai bidang kami. Sebuah momen langka bagi mereka untuk dapat memeriksakan kesehatan diri dan keluarga mereka. Wanita hamil diperiksa oleh dokter Musrah dengan USG, alat yang barangkali baru sekali itu mereka jumpai. Sebagian mendatangi dokter Bambang (ahli penyakit dalam, direktur RSUD Harapan Insan Sendawar, Kutai Barat), dokter Jaya (ahli kesehatan jiwa),  dokter Teguh (dokter gigi sekaligus kepala dinas kesehatan kabupaten Mahakam Hulu) dan saya.  Bagi kami ini adalah momen langka, terlebih bagi saya mungkin hanya sekali inilah diberi kesempatan melihat kehidupan masyarakat asli di desa terdalam hulu sungai mahakam. Membantu mereka dengan ilmu yang telah saya pelajari bertahun tahun.

Dalam perjalanan yang singkat beberapa kali kami menjumpai pasien yang harus dirujuk. Dua kali pula tim kami harus memberikan perawatan intensif di desa yang berbeda. Betapa sesungguhnya kebutuhan akan pelayanan medis merupakan kebutuhan mendasar yang perlu diberikan kepada masyarakat pedalaman.

Sementara diperkotaan tempat banyak orang terpelajar dan penuh fasilitas kesehatan masih ada saja dan semakin berkembang mereka yang menentang pengobatan secara medis sembari berkata bahwa itu diluar anjuran agama, sedangkan disini masyarakat pedalaman begitu merindukan pengobatan oleh tenaga medis.

Terlepas dari semua polemik itu kami sangat menikmati ekspedisi ke ujung paling hulu dari sungai Mahakam. Sembari menikmati perjalanan pulang yang panjang aku bertanya-tanya dalam hati daerah sangat terpencil mana lagi yang akan menjadi tujuan expedisi selanjutnya. Insyaallah.

image

Indonesia, Desember 2013

jadwal acara seminar dan workshop

Berikut ini kami sampaikan jadwal Acara Seminar dan Workshop

Jadwal Kegiatan Seminar Sehari dan Workshop
“Kompetensi Dokter Umum pada Penatalaksanaan Kelainan Muskuloskeletal”

07.00 – 07.30 Registrasi Panitia
07.30-07.45 Pembukaan
– Laporan Panitia
Dr. dr. Puntodewo, SpOT (K), M.Kes
– Pembukaan oleh Kepala Bagian
dr. TedjoRukmoyo,SpOT (K) Spine

S e m i n a r
07.45 – 08.15 Introduction to Muskuloskeletal Disorders
Dr. dr. PuntodewoSpOT (K), M.Kes .
08.15 – 08.45 Musculoskeletal Trauma
Prof. dr. H. Armis SpBO, SpOT (K)
08.45 – 09.15 Muskuloskeletal Tumor Cases
Dr. dr. Rahadyan Magetsari, SpOT(K)
09.15 – 09.30 Discussion
09.30 – 09.45 Coffee break
09.45 – 10.15 Spine Disorders
dr. TedjoRukmoyo, SpOT (K) Spine
10.15 – 10.45 Degenerative Disorders in Orthopaedic
dr. SugengYuwana, SpOT (K)
10.45 – 11.15 Congenital anomaly in orthopaedic :
Club foot and Developmental Dysplasia of the Hip
dr. SugengYuwana, SpOT (K)
11.15 – 11.45 Sports Related Injuries
Dr. dr. Puntodewo, SpOT(K), M.Kes
11.45 – 12.00 Discussion

W o r k s h o p
12.00 – 12.30 Lunch and pray
12.30 – 13.15 Physical Exam on Orthopaedic Patient
Dr. dr. PuntodewoSpOT (K), M.Kes
– Upper Extremity
Dr. dr. RahadyanMagetsari,SpOT(K)
– Lower Extremity
Dr. dr. PuntodewoSpOT (K), M.Kes
– Spine/Skoliosis dr. TedjoRukmoyo,SpOT (K)
13.15 – 13.30 Personal Practical Evaluation Session
13.30 – 14.30 How to read and interprete an orthopaedic X-ray
– Tumor
Dr. dr. Rahadyan Magetsari, SpOT(K)
– Femoral Neck Fracture and OA knee
dr. SugengYuwanaSpOT (K)
– Fracture
Dr. dr. Puntodewo, SpOT (K), M.Kes
14.30 – 15.00 Personal Practical Evaluation Session
15.00-15.30 Coffee break and pray
15.30 – 16.00 Management of Diabetic Foot Problem
Dr. dr. PuntodewoSpOT (K), M.Kes
16.00 – 17.00 Splinting Dr. dr. Puntodewo, SpOT (K), Mkes
Short/Long arm splint
Short/Long leg splint
Prefabricated Splint
Finger splint
Skin traction
Demo POP and Fiber Casting
17.00 – 17.15 Personal Practical Evaluation Session
17.15 – 17.30 Pembagian Door Prize dan Penutup

Seminar

image

Menghadapi Jaminan Kesehatan Nasional 2014 dan diberlakukannya BPJS, Bagian Orthopaedi &Traumatologi RSUP Dr. Sardjito akan menyelenggarakan Seminar dan Workshop yang bertujuan memberikan freshening dan update ilmu Orthopaedi dan Traumatologi mulai dari Trauma Muskuloskeletal, Spine, Muskuloskeletal Tumor, Degeneratif Orthopaedic, Pediatric Orthopaedic sampai dengan Sport related injuries. Workshop akan lebih menjelaskan physical examination kasus muskuloskeletal, cara membaca dan interpretasi x-ray kasus muskuloskeletal, splinting dan yang sedang trend, perawatan kaki diabetik.

Bagi rekan/sejawat yang menghendaki info dan leaflet selengkapnya berkenaan dengan seminar dan workshop silahkan mengirim alamat via email ke : orthougm@yahoo.com.

Kontribusi dan layanan pendaftaran Seminar dan Workshop “Kompetensi Dokter Umum pada Penatalaksanaan Kelainan Sistem Muskuloskeletal” dapat segera diaplikasi sesuai rekening dan contact yang tersedia.

image

Senja Merah

Bulan bulan ini sedang super banyak hujan yang turun. Jika seringkali kita berkeluh kesah tentang hujan (termasuk saya barangkali) maka di belahan dunia lain banyak orang yang sangat merindukan hujan.. Jauh lebih banyak manusia yang merindukan hujan dibandingkan yang berkeluh kesah tentang hujan. Apabila di Indonesia terjadi banyak bencana yang berkaitan dengan hujan maka ini persoalan yang multi tafsir. Bisa anda memandangnya dari sudut pandang akibat kerusakan alam dan lahan serapan, Daerah Aliran Sungai yang berubah fungsi, muara sungai yang semakin mendangkal oleh beragam sebab, hutan perawan yang dijarah, atau dangau di tepian kota yang berubah jadi perumahan kelas menengah, its OK.

Bisa jadi anda memandangnya dari cara pandang yang lebih religius. Dimana Tuhan sendiri telah berfirman bahwa kerusakan di darat dan di laut tidak lain adalah akibat dari tangan tangan manusia juga. Bisa jadi segala bencana di Indonesia adalah peringatan keras untuk manusia dari Tuhan, akumulasi dari pengrusakan alam dan degradasi moral “orang Indon”.

Sedikit sepakat dengan uraian seorang sahabat bahwa pembangunan kesadaran berkarya itu harus sedemikian mendasar untuk bisa menjadi bangsa yang besar, maka bisa jadi rangkaian bencana di Indonesia merupakan teguran keras supaya kita bangkit dari keterpurukan intelektual.

image

Bulan bulan ini memang sedang super banyak hujan yang turun. Coba sesekali anda nikmati pemandangan senja di musim penghujan. Benarbenar indah. Saya kagum menikmati barisan awan yang dari tepinya hingga separuhnya berwarna merah keemasan. Sebagian lagi sisanya berwarna lembayung abuabu. Sebagai background adalah langit dengan pantulan air laut berwarna biru pudar. Matahari tidak tampak karena dimakan gumpalan awan raksasa di tepi barat. Namun sesekali pancaran cahayanya menyeruak benderang membentuk garis lurus yang hangat. Seperti hendak mengantarkan bidadari untuk saya, barangkali. Di musim hujan seperti sekarang seringkali senja berwarna sangat merah. Indah sekali. “Wah, Dhil, Serasa di planet Mars, ya” ujar seorang sahabat pada suatu sore yang merah di beranda rumahnya.

Atau sesaat sebelum matahari terbit tadi pagi. Langit sudah sedikit berubah dari hitam menjadi biru. Segumpal awan tipis berwarna hitam dengan outline berwarna biru tua. Matahari masih agak jauh dari horizon. Cahayanya tipis sekali di batas cakrawala. Udara terasa segar akibat hujan selepas tengah malam hingga menjelang subuh. Begitu sederhana dan biasa, tapi membuat kagum menyadari keberadaannya.

Kita seringkali tidak menyadari bahwa sesuatu yang indah itu berada disamping kita. Terkagum kagum tentang sesuatu yang baru. Terlalu menganggap biasa apa yang kita temui setiap hari. Padahal sesungguhnya itu sesuatu yang luar biasa. Seberapa banyak dari kita menyadari akan nikmatnya mempunyai dua buah mata yang sempurna? Dua buah daun telinga yang membuat anda terlihat makin cantik ?

Yogyakarta, 1 Muharrom 1429 Hijriah