Arsip Kategori: 1. Risalah Kalbu

oretan dan pandangan penulis

Asia Pasific Conference on Diabetic Limb Problems

Problematika diabetes menjadi semakin bersar dewasa ini. Penanganannya yang multiperspektif dan lintas keilmuan, jumlah penderita diabetes yang tidak semakin berkurang menimbulkan dampak luas dimasyarakat. 

Salah satu yang sering dijumpai adalah limb problem due to diabetes. Diperlukan ketepatan penanganan sehingga tidak menimbulkan masalah lebih lanjut dan memperberat penderita.

Secara internasional  telah ada konferensi para ahli untuk membahas mengenai problem ini. Pada tingkatan asia pasifik Jogjakarta mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah 13th conference tahun 2016. 

Segera daftarkan diri! 

Tempat terbatas (terakreditasi IDI 28 SKP)

  • Event Contact Person : 
  • +62 8232 2371 789 (Iyo)
  •  +62 8180 4255 974 (Irene)

Hikayat Manusia Pohon

Aku adalah saksi berbagai cerita. Mulai dari pertempuran pertama manusia sampai perang dunia yang berkali-kali pecah. Jutaan nyawa dicabut didepanku, aku saksinya.

Aku adalah saksi janji-janji penguasa ketika belum terpilih. Dibatangku mereka tancap paku dan papan berisi sumpah dengan nama Tuhan. 

Aku adalah janji ketika penguasa lalim menindas mahasiswa dengan peluru dan buldozer. Mereka berteriak kocar kacir, anak anak manusia menikam manusia. 
Aku sudah muak dengan percintaan manusia. Kisah dua manusia yang berjanji sehidup semati. Belum lagi rantingku lapuk mereka sudah terbelah. 

Aku hanya menunggu penciptaku memanggilku kembali. Menjadi pohon surgawi dan menikmati saripati surga.

Jawa pesisir utara, Juli 2016

Pengakuan Gila Lih

Matahari sekarang adalah carikan silau dari rerimbun pohon di seberang jalan. Berkali-kali putus lalu datang lagi bersilang arus dengan kendaraan yang memotongnya. Sinarnya membentuk butiran intan di genangan air jernih antara aspal dan trotoar. Berkali lebih cemerlang dari rembulan purnama.
Namaku Lih, panjangnya tidak ada, artinya entahlah. Bapak ibuku tak pernah mengisahkan apa artinya. Aku sebatang kara. Seingatku rumah kami kecil terbuat dari kayu hutan. Letaknya tengah di kebun, jauh dari kampung.

Sejak lahir sampai suatu ketika kelam aku tinggal disana. Tak perlu aku cerita kelam itu.

Sekarang rumahku di sepanjang jalanan kota. Tahun ini rumahku adalah jalan ini dari ujung ke ujung. Sudah sepertiga abad aku tinggal di jalanan, di berbagai jalan. Berjalan dari ujung ke ujungnya. Kadang berpindah jalan namun tak lama berselang kembali lagi. Kadang di tepi trotoar menikmati lembayung senja. Kadang di emperan ruko menikmati gemericik hujan jatuh di pinggirnya. Tidur ditemani sepi dan bulan separuh.

Cerukan air jernih di tepi trotoar itu mengalir dari tahun ketahun. Lama sejak jalanan masih dibuat dengan rebusan aspal dalam drum, berganti aspal hotmix lalu terakhir dengan semen cor setelah puasa kemarin. Tidak ada yang pernah memperhatikannya. Sama seperti mereka tidak pernah melihatku. Seperti zombie. Orang-orang waras tak sudi menoleh kepadanya, kepadaku juga. Mereka sibuk dengan deru mesin kendara diantara asap mengepul.

Setiap pagi aku duduk di pinggir cerukan jernih itu. Ia seperti sumber air tawar ditengah lautan atau seperti mata air diatas gunung. Aku mengambil wadah bekas apapun disekitarku. Plastik air mineral, teh kemasan, bekas jus, kaleng cat. Wadah yang mereka buang sesukanya.

Gemericik air turun dari wadah ditangan kanan tumpah ke telapak tangan kiri. Alirannya seperti kalung intan tertimpa matahari secarik dari timur. Tiga ratus enam puluh lima kali tujuh kali aku ulangi. Itu setiap pagi.

Bukan aku tak memperhatikan kalian, aku hapal siapa saja yang lewat jalan ini setiap hari. Siapa yang baru pertama kali lewat, atau pertama kali datang ke kota ini. Sesiapa yang lewat lebih dulu pagi-pagi dan sesiapa yang larut malam terakhir lewat. Hanya saja tentu mereka tak kenal aku. Tak melihatku barangkali, aku seperti hantu.

Kekanak tertawa melihatku, biar saja, bukan mereka tapi orang dewasalah yang mencuci otak mereka supaya menertawakan. Biarkan, bukan salah mereka. Aku hanya mencuci tanganku dengan gemericik air jernih dari cerukan yang mereka kira kotor. Aku mencuci tangan yang mereka kira kotor beratus kali berulang lagi.

Aku makan sisa makanan yang kau buang. Bukan basi, namun potongan makanan lezat yang kau buang seenaknya. Seperti Dewi Sri menangis meratapi nasi nasi. Aku makan lauk pauk yang tak enak menurut lidahmu, bukan menurut lainnya.

Aku pula seumpama nabi yang diasingkan kaumnya. Sendiri ditengah aroma minyak mesin terbakar. Aku barangkali gila, sangat mungkin. Tapi aku ada disini, diantara kalian, sepanjang jalan ini dari ujung keujung.

Namaku Lih. Jika kalian lupa namaku sebut saja sinting, gila, atau edan, sama seperti aku panggil kalian.

Rinjani-Samarinda, Mei 2016

Tour de Celebes 2015

Tour de Celebes Enduro Fun 400 KM.
Nice route, hard climb BUT badly weather cut the race off. 

Day 1 : Makassar – Bone = Flat stage and 3 climbing peak.  Heavy rain along climbing peak.

image

image

image

image

Day 2 : Bone – Malino : Flat and 40K++ long climbing stage. Storm cut the race off at the end.

image

Tour de North Coast 2015

Tour de North Coast 500K 2015 by TENDBIR from Semarang to Bandung

[Ride Hard Happy Adventure]

Edan2an bro…
High speed on a very long stage for an amateur like me. But overall very challenging tour. Can’t wait for the next North Coast tour.

Day 1 : 250 KM start from Semarang to Cirebon

image

image

Day 2 : 170 KM start from Cirebon to Cikampek

image

Day 3 : 80 KM start from Bandung to Tangkubanprahu

image

image

CLINICAL UPDATES 2016 : Improving Physicians’ Capacity in Emergency Cases Management 

Pembangunan kesehatan di Indonesia sudah mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Meskipun begitu, perkembangan ini masih belum sebanding dengan kualitas kesehatan Indonesia yang ideal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia terus berusaha untuk mengembangkan kualitas kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dan merata. Usaha tersebut tertuang dalam Visi dan Misi Rencana Strategis Kementrian Kesehatan tahun 2015-2019, diantaranya yaitu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, baik masyarakat swasta ataupun masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan, meningkatkan pelayanan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan serta meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya manusia untuk bidang kesehatan yang merata dan bermutu.

image

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dokter yang kompeten serta memiliki kemauan untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan terutama dalam hal sumber daya manusia, kami, panitia Pelantikan Dokter UGM Angkatan 2010 beserta alumni Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1984, bermaksud mengadakan seminar dan workshop nasional yang kami kemas dalam acara Clinical Updates 2016 dengan tema Improving Physicians’ Capacity in Emergency Cases Management sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pelantikan dokter UGM Angkatan 2010.

Clinical Updates 2016 ini mengusung materi kegawatdaruratan dan kasus-kasus yang banyak ditemukan di praktek klinik sehari-hari, baik mengenai pengembangan terbaru dari suatu kasus ataupun penanganan dengan metode terbaru, diharapkan dengan adanya seminar sehari ini dapat meningkatkan pengetahuan para dokter sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal.

Segera daftar di link ini : http:// http://clinicalupdates2016.com/pendaftaran/

Waktu pelaksanaan

Hari, tanggal      : Sabtu,-Minggu 12-13 Maret 2016

Waktu                : 08.30 – 16.40

Tempat               : Eastparc Hotel Yogyakarta

Jumlah SKP : 22 SKP

Source : http:// www.clinicalupdates2016.com

Tukang Cukur dan Dokter Bedah

Setelah 17 tahun baru kali ini saya datang lagi ke kedai cukur itu. Tiga dari empat tukang cukur ditempat itu sudah menunjukkan keriput ditangannya, jelas usianya tidak muda lagi, sedikitnya lebih setengah abad usia mereka. Satu berusia lebih muda, sepertinya dia orang baru. Mungkin saja pengganti satu diantara mereka yang sedang berhalangan.

Tangan keriput mereka masih saja lentik memainkan gunting keperakan usang dan sisir sewarna putih tulang seperti laiknya penari ramayana di pelataran candi Prambanan. Menyenangkan sekali memperhatikan gerakan tangan mereka.

Kedai cukur itu dulunya langganan bapak. Sedangkan saya dan adik biasanya dicukur sendiri oleh bapak yang terkadang hasilnya miring disatu sisi. “Woi, Dhil, kamu cukur dimana ??? Yang kanan belakang mereng tuh”, kata satu kawan di sekolah dulu. “Biar saja”, batin saya.

Perabotan kedai sudah tampak usang dimakan usia. Empat cermin besar yang kabur disisi-sisi selain faktor usia mungkin juga karena jarang tersentuh pembersih. Speaker berwarna biru muda terpasang didua sudut lengkap dengan sarang laba-laba, entah masih bisa berfungsi atau tidak.

Semua barang dan peralatan dikedai cukur itu tampak menua dan usang. Persis seperti daerah pertokoan lokasi kedai cukur yang dulu adalah pusatnya keramaian kota sekarang menjadi sepi dengan lampu jalan berwarna kuning temaram.

image

Tukang cukur, yang dalam bahasa inggris disebut “barber“, merupakan keahlian kuno yang sudah ada sejak dahulu. Ditemukan adanya relik pisau cukur yang berasal dari tahun 3500 SM1 menjadi bukti keberadaan mereka. Pada jaman Mesir kuno kebiasaan mencukur merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dimana posisi tukang cukur memiliki peranan penting di masyarakat. Hal serupa juga ditemukan pada masa Yunani kuno dan Romawi kuno1.

Mulai abad pertengahan tukang cukur dikaitan dengan bedah. Pada masa itu tukang cukur juga berpraktek sebagai ahli bedah dan gigi. Selain mencukur (haircutting, hairdressing, dan shaving), tukang cukur pada masa itu juga melakukan tindakan pembedahan, bekam, plebotomy dan ekstraksi gigi. Sebutan umum bagi tukang cukur pada masa itu adalah “barber surgeon“1.

image

Kami sebagai dokter bedah tulang dan dokter bedah pada umumnya diajarkan dan dididik bertahun-tahun untuk memiliki tangan selembut bidadari, artinya bisa mempergunakan pisau bedah dengan lembut namun tegas (gentle) demi meringankan penderitaan pasien.

Anda mungkin sulit untuk bisa melihat secara langsung bagaimana dokter bedah bekerja menggunakan pisau dan gunting. Jika bisa sedikit memberikan gambaran maka anda bisa melihat bagaimana tukang cukur bekerja. Bagaimana mereka dengan hati-hati memotong rambut, merapikannya, membentuknya supaya lebih indah. Mengerik rambut halus yang tumbuh tidak beraturan ditepi garis rambut dengan silet, tajam sekali. Tangan mereka cekatan, halus namun penuh kepastian gerak.

Rambut identik dengan mahkota seseorang. Ditangan tukang cukur seseorang menyerahkan sepenuhnya keinginan untuk memperindah mahkotanya. Tentu tukang cukur akan berbuat semaksimal mungkin agan klien-nya puas dan mendapatkan kebanggaan lebih dengan mahkota yang sudah dipoles.

Demikian pula kami, pasien menaruh harapan besar kepada kami untuk bisa mengembalikan, merapikan bagian tubuh mereka yang patah, robek atau terluka. Jika perlu menghilangkan (eksisi, amputasi) bagian tubuh yang membusuk, tumor atau kanker. Kami akan berbuat semaksimal mungkin sesuai keilmuan yang dipelajari agar pasien mendapatkan yang terbaik bagi penyakitnya.

Samarinda, 28 – 29 Oktober 2015

Referensi :

1. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Barber

SEMINAR DAN WORKSHOP ORTHOPAEDI JOGJA KEEMPAT : “KOMPETENSI DOKTER UMUM PADA PENATALAKSANAAN KELAINAN SISTEM MUSKULOSKELETAL”

Bagian Orthopedi FK UGM untuk keempat kalinya mengadakan seminar khusus mengenai muskuloskeletal bagi dokter umum pada Sabtu, 5 Desember 2015. Lebih dari 750 dokter telah mengikuti seminar dan workshop edisi pertama hingga ketiga.

Seminar kali ini lebih mengetengahkan mengenai muskuloskeletal pain dengan workshop tentang splinting dan casting ditambah dengan materi khusus mengenai Spine Bracing.

Acara dengan materi menarik dibarengi dengan 26 SKP menjadikan acara ini layak untuk anda ikuti. Ayo daftar segera.

Info lengkap hubungi contact person panitia :  Mia   0877 3824 6895

image

.