Tau apa dia,
Pakai baju saja belum tentu lancar
Sekolah masih diantar antar
Tau apa dia,
Ingus saja belum tentu bersih
Eja saja belum lagi fasih
Tau apa dia,
Kau janjikan apa dia
Kau ajak ajak kesturi
Tau apa,
Apa?!!!
Samarinda, 14 Mei 2018
Tau apa dia,
Pakai baju saja belum tentu lancar
Sekolah masih diantar antar
Tau apa dia,
Ingus saja belum tentu bersih
Eja saja belum lagi fasih
Tau apa dia,
Kau janjikan apa dia
Kau ajak ajak kesturi
Tau apa,
Apa?!!!
Samarinda, 14 Mei 2018
Wanita akan mengalami kehilangan densitas tulangnya sekitar 20% dalam 5 sampai 7 tahun setelah menopause. Terjadinya penurunan densitas tulang terjadi karena penurunan level hormon estrogen. Salah satu fungsi hormon estrogen adalah untuk membantu menjaga kekuatan tulang.
Meskipun demikian resiko terjadinya osteoporosis dan patah tulang (fraktur) akan tetap rendah hingga usia lebih tua karena densitas tulang hanya salah satu dari beberapa hal yang mempengaruhi kekuatan tulang.
Meskipun kita tidak mungkin untuk mencegah terjadinya pengurangan kekuatan tulang yang seiring dengan penuaan namun kita dapat melakukan beberapa hal sebagai upaya untuk menjaga kesehatan tulang, yaitu :
Pengobatan untuk tulang hanya diperlukan jika seseorang terbukti memiliki resiko tinggi untuk terjadinya osteoporosis seperti :
Ref : https://www.nhs.uk/Livewell/healthy-bones/Pages/menopause-and-your-bone-health.aspx
Lama
Lama gak melihat
Lama gak baca
Lama gak mendengar
Lama gak tersenyum
Lama gak nulis
Itu sebentar
Hanya kurang dari seratus tahun
Jogja, Oktober 2017
Telepon seluler berdering kencang. Panggilan dari dokter jaga ugd melaporkan pasien baru akibat kecelakaan lalu lintas yang baru saja terjadi. Ibu paruh baya datang dengan luka menganga pada tungkai kiri. Dari gambaran klinis yg dikirimkan tampak daging terburai. Darah merubah warna perlak yang melapisi tempat tidur pasien menjadi merah. Tampak pula dua potongan (fragmen) tulang yang keluar. Berada diluar daging tepatnya
“Dok, dari pengukuran saturasi didapatkan hasil ‘0’ (null) diseluruh jari”. Dokter UGD menjelaskan seluruhnya dengan gamblang dan terinci. “Siapkan operasi cito -istilah untuk tindakan operasi darurat ya”. Seraya segera mengambil kunci motor bergegas menuju rumah sakit.
Keadaan saat awal operasi (durante op) bagian ujung kaki (distal) tampak berwarna pucat kebiruan. Tidak dijumpai perdarahan aktif. Hematom ada diantara jaringan bawah kulit (subkutis), diantara otot yang tercabik-cabik. Dilakukan tindakan meluruskan kembali tulang, re-aligment sekaligus dilakukan debridemen. Posisi tulang yang pecah fragmented dilakukan re-aligment. Selanjutnya dilakukan fiksasi tulang (external fixation). Penutupan jaringan lunak (soft tissue) dilakukan sedapatnya dengan tarikan regang yang sedikit (minimal tension). Diakhir operasi ujung kaki mulai tampak kemerahan kembali.
Patah tulang tibia (tibial fracture) adalah patah tulang panjang yang paling sering dijumpai khususnya pada bagian batang tulang shaft (plateau, shaft dan plafon). Dari mekanismenya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu low energy fracture pattern dan high energy fracture pattern.
Dari mekanisme low energy umumnya didapatkan alibat cidera tidak langsung (torsional injury) dengan ciri khas didapatkan patah tulang fibula pada level yang berbeda, sedangkan untuk mekanisme high energy injury umumnya dari benturan langsung yang seringkali berupa patahan dengan bentuk baji (wedge) atau short oblique dengan bagian yang terpecah (kominutif fragment).
Pengobatan patah tulang tibia dapat berupa pengobatan tanpa operasi ataupun dengan operasi. Pengobatan tanpa operasi dilakukan berupa pemasangan gips (casting) dengan indikasi patah tulang tertutup dengan aligmnen baik.
Pengobatan patah tulang tibia dapat pula dilakukan melalui operasi dengan beberapa indikasi berupa posisi tulang yg tidak baik selah dilakukan reposisi tertutup (unacceptable alignment with closed reduction and gips), cidera jaringan lunak luas yang menyulitkan perawatan, patah tulang dengan tipe segmental dan kominutif.
Lima hari kemudian keadaan ibu itu jauh membaik. Wajahnya nampak cukup bugar untuk bisa pulang. Ujung-ujung jari kedua kakinya sama, tidak ada tanda nekrotik sama sekali. Ekternal fiksasi terpasang kokok menopang tulang tibianya yang pecah belum sepekan lalu.
“Hari ini ibu boleh pulang, insyaAllah kaki ibu akan segera membaik, tetap semangat ya, Bu”. Dia tersenyum. “Alhamdullillah”.
Ref :
Empat puluh derajat celsius yang disebabkan tiadanya awan menutupi surya menciptakan fatamorgana mengambang ambang diatas aspal, melelehkan tapak kaki sesiapa yang bernyali jalan tanpa alas.
Terik. Matahari “katanya” seperti sejengkal dari ubun-ubun. Matahari katulistiwa namanya. Pohon merindang tak terbakar hawa panas ekuator karena limpahan hujan dan tanah subur. Kombinasi sempurna paru dunia.
Rombongan empat mobil hitam itu melaju kencang menambah banyak barisan minyak mengambang diatas aspal. Tanpa sirene tanpa lampu kelap kelip namun kencangnya kencang sekali.
Kaca depan samping belakang gelap. tidak ada yang tau siapa pengemudi dan penumpangnya. apakah pejabat dan pengawalnya, penjahat dan pengawalnya, satuan tugas khusus atau pasukan khusus.
Mobil itu melaju melewati lampu merah yang selalu kembali hijau sesaat selepas konvoi lewat padahal tidak ada polisi lalu lintas yang berjaga. Sangat mungkin serombongan peretas bekerja dibalik monitor dan segelas coke.
Mereka melintasi mahakarya jembatan batu besi yang sudah lebih seabad memotong aliran sungai. Kerak lumut pecah ditonggaknya bukan karena getaran ribuan kendaraan yang pernah melintas. Namun karena terik matahari dan arus pasang surut silih berganti.
Sejurus kemudian debu mengepul dari kejauhan ditinggalkan keempat mobil hitam tanpa sirene itu. Jalan makadam yang membelah hutan seragam tak berarti apapun bagi konvoi. Hanya debu tinggi mengangkasa diantara pohon perkebunan menjadi penanda mereka sedetik lalu lewat.
———
Komunikasi dari mobil terdepan mengabarkan bahwa lokasi sudah dekat. Kami bersiap-siap turun. Astaga, ternyata warung soto itu tutup.
———-
Sejurus kemudian tampak lagi rombongan empat mobil hitam melaju kencang menambah banyak barisan minyak mengambang diatas aspal.
Air Hitam, Maret 2017
Seminggu terakhir kejahatan merajalela. Semua media memberitakan kehebohan ini. Tidak ada lagi acara canda atau sinetron keluarga. Siaran langsung pencarian bakat dan olahraga dihentikan semua.
Para superhero tidak ada. Semua media sepakat memberitakannya. Dikabarkan saat ini para superhero sedang dalam perawatan medis. Pusat-pusat pengobatan terbaik sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan pengobatan terbaik yang mereka punya.
Beberapa superhero dikabarkan mulai mengalami dehidrasi. Untungnya belum ada konfirmasi superhero yang mati. Kolaborasi perserikatan bangsa negara telah kehabisan akal untuk membantu para superhero. Mereka belum berhasil.
Kejelasan para superhero sedang menderita apa masih simpang siur. Ada yang mengklaim telah meracuni para superhero. Sebagian mengatakan jika ada supervirus atau superbakteri yang spesifik menyerang tubuh para superhero tersebut. Ada pula yang mengatakan para superhero terkena santet.
Syahdan suatu pagi beberapa pekan lalu, salah satu super hero mendadak pergi begitu saja saat sedang melawan supervillain di tenggara ibukota. Dia pergi meninggalkan supervillain yang terbengong-bengong. Kejadian ini diikuti penarikan diri semua superhero seantero negeri.
Penyakit mewabah cepat pada semua superhero. Hanya superhero. Akibatnya para penjahat semakin merajalela berbuat onar. Terang-terangan. Mulai hanya dari penjahat sekecil teri sekarang bermetamorfosis menjadi penjahat sekelas hiu. Mulai hanya kaki tangan sekarang berevolusi menjadi otak kejahatan global.
Pasukan gabungan keamanan mengadakan rapat. Bagaimana mengatasi kejahatan yang merajalela seiring ketiadaan superhero.
Mereka tersadarkan bahwa selama ini mengandalkan superhero untuk membasmi kejahatan. Selama ini mereka hanya menjadi penghubung masyarakat, penjahat dan superhero.
Penjagaan keamanan selama ini longgar malah hampir tak ada. Sampai-sampai sistem kebersamaan penjagaan lingkungan sudah lama digantikan panic button langsung ke call center superhero.
Kemarin sore telah keluar pengumuman resmi dari asosiasi superhero negeri. Begini :
Kepada masyarakat
Dengan hormat,
Saat ini seluruh superhero sedang dilanda wabah, maka sejak sekarang semua permasalahan keamanan diserahkan kepada pihak berwajib sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
Demikian, harap maklum
Tertanda
GUNDALA
Ketua Komite Internasional Superhero
Baru saja diperoleh informasi bahwa para superhero itu terkena mencret. Berita ini sudah dipastikan akurat. Oalah
Pos Ronda, Maret 2017
Kalaulah sematan pecinta alam itu hanya bagi mereka yang suka mendaki gunung, maka saya bukan termasuk didalamnya.
Namun jika pecinta alam itu juga mereka yang senang pergi ke pulau terluar indonesia, menikmati pantai dan matahari senja di ujung barat Sumatera, maka saya salah satu dari pecinta alam.
Jika pecinta alam itu mereka yang gemar bertualang hingga pulau terluar diperbatasan Indoaustralia bernama Enggano, maka saya salah satu dari pecinta alam
Kalau pecinta alam itu juga mereka yang sumringah mencandai halimun di puncak Menoreh, maka saya salah satu dari pecinta alam.
Kalaulah pecinta alam itu juga mereka yang girang menyisir hutan perawan di Long Apari jantung Borneo, reriuh menerjang Riam Panjang dihulu sungai pedalaman Kalimantan, maka saya adalah pecinta alam.
Jika pecinta alam itu juga mereka yang menyusuri jalan2 menanjak dari Bone ke Malino ditemani hembusan angin kencang menjelang badai, maka saya salah satu dari pecinta alam.
Maka jika pecinta alam itu juga mereka yang asyik dengan degub jantung ketika meniti tebing dijalur Torean menuju Segara Anak, saya adalah salah satu dari pecinta alam.
Jika itu semua yang dimaksud, maka saya adalah bagian PECINTA ALAM.
Untuk kesekian kalinya Clinical Updates hadir kembali dengan tema yang sangat menarik untuk semakin menambah wawasan kelimuan kita. Acara inin akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 17 & 18 Maret 2017.
Burden Disease merujuk kepada penyakit-penyakit yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Justru penyakit-penyakit inilah yang sering sekali ditemui oleh para petugas medis di tingkat pertama. Penyakit-penyakit yang tidak hanya menjadi beban bagi para pasien namun juga menjadi beban yang harus ditanggung oleh negara baik dari sisi kesehatan dan tentunya ekonomi masyarakat dan negara.
Dalam upaya pembangunan di bidang kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan terutama dalam hal Burden Disease, panitia Pelantikan Dokter UGM Angkatan 2011 beserta alumni Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1991, bermaksud mengadakan seminar dan workshop nasional yang kami kemas dalam acara Clinical Updates 2017 dengan tema Clinical Updates on High-Burden Diseases.
Berikut ini pemateri yang akan mengisi acara tersebut :
Cardiovascular Emergency Care
Cerebrovascular Emergency Care
Endocrinology and Hypertension for daily Clinical Practice ; DM, HT, Dyslipidemia and Obesity, CKD
Respiratory Medicine
Early insulinization Therapy and Diabetic Foot Care
Fundamental of Electrocardiography
Emergency Management of Acute Coronary Syndrome and Cardiogenic Shock
Principles of Wound Closure
Casting and Splinting
For more info, contact us via pelantikandokter2011@gmail.com; WhatsApp: 081390880852 (Nur Ulfa Ramadhani, S.Ked); LINE: @ETD3003B (PPD FK UGM 2011)
Source : http://ppdugm2011.com/clinicalupdates/clinup/
“Ya itu tadi”, katanya. “Tentang apa sih?”, aku merapikan selempang sarung kotak coklat sambil menegakkan punggung. “Lah, emangnya tadi ada apa?”, kataku lagi kepadanya. “Kamu ngingau ya??”, lanjutku.
Pepohonan masih berselimut kabut separuh kebawah, hanya ujung ujungnya saja sebagian nampak. tetesan embun pagi belum lagi hilang dari rerumputan yang menjuntai.
“Ah, lupakan”, katanya sambil bergeser mendekat kearah hidangan. Kami sebut hidangan adalah ubi bakar dan sebuah tekobl berisi kopi. Diambilnya teko itu lalu dituangkan kedalam gelas.
“Kesambet apa kamu”, kataku. Diangkatnya gelas kopi yang masih berasap dengan dua jari. “Srrrruppp, ahhh…nikmat memang kopi pahit ini, aroma biji kopi wahid”, katanya.
Tenda sederhana yang terbuat dari terpal menutupi amben yang disusun dari potongan cabang pepohonan menjadi tempat istirahat kami beberapa hari belakangan.
“Dari kebun kopi Julak Zainal”, lanjutnya. “Minggu lalu waktu aku pulang dari Wahau lewat kebun dia, dibawakannya aku dua kantong bijih kopi itu”, ujarnya sambil terpejam menyeruput gelas kopi yang masih panas.
Gemericik sungai kecil berduet dengan gemeretak bara kayu memerdukan pagi. embun yang hampir jatuh dari ujung dedaun menjadi teman kabut tipis diatas permukaan air.
Kokok ayam hutan muncul lagi dari kejauhan. Seingatku sudah empat kali ini sejak sebelum subuh tadi. “Itu tadi maksudku”, katanya. “Perangkap kita sudah berhasil menangkapnya atau belum ya?”, katanya.
“Oo..perangkap itu, aku pikir apa. Sebentar lagi kita lihat, setelah habis kopi ini”, kataku. dua gelas kopi dengan busa krem diatasnya tampak masih separuh terisi. Panas air yang tadi mendidih bertengkar dengan hawa dingin berubah menjadi uap.
Sudah berbulan bulan pemburu gagal menangkap ayam hutan dari sini. Kecuali kami berdua tak ada lagi yang datang mencari ayam hutan itu. Sia-sia. “Barangkali itu ayam hutan terakhir yang ada disini, semoga rejeki kita, ayok”, kataku lalu beranjak berdiri.
Samarinda, Januari 2017