Semua tulisan dari ahmadhil

Blog ini adalah milik Ahmadhil, seorang dokter bedah orthopaedi Not only orthopaedic, not just me, beyond art words....passion

Bunga dan ayahnya

Pagi itu baru menunjukkan pukul 6 pagi namun bangsal perawatan telah ramai dengan kami para residen Orthopedi yang mempersiapkan visite besar dengan profesor kami. Bunga tengah asyik menulis dibuku kecil merah muda miliknya dengan pensil 2b hijau yang tinggal sepanjang tiga buku jari. Sibuk sekali tampaknya ia sesibuk residen bedah orthopedi disampingku menulis follow up catatan perawatan pasien hari ini. Anggap saja ia adalah bunga, seorang anak perempuan sekitar 7 tahunan yang saya jumpai di bangsal perawatan kelas 3 salah satu rumah sakit di Negeri Nusantara.

Senyum simpul tersungging di ujung bibirnya sambil tak berkedip memandang tulisan dibuku merah mudanya itu. Dua baris dari urutan terbawah telah selesai dia isi. “Mak, lihat ini, sudah hampir selesai” begitu ujarnya, tak begitu terdengar jelas karena bangsal telah penuh dengan lalu lalang kami, para dokter, perawat, keluarga pasien, dan seorang wanita penjual nasi bubur keliling   “iyo nduk, apik, rampungke yo” (iya nak, bagus, diselesaikan ya) Begitu jawab emaknya yg duduk disebelah bed pasien.

Aku sempatkan sekilas melihat apa yang ditulis bunga, 11×12=14; 3×5=8; 5×8= 11; 1×3=4. Begitu tertulis mulai dari beberapa halaman sebelumnya hingga keujung dua baris terbawah halaman merah muda pudar itu.

Aku tersenyum ketika ia menatap mataku, “adek kelas berapa?” tanyaku cepat. “satu” jawabnya amar, pelan sekali. “oo, kelas 1 smp ya”. Ibunya memotong “kelas 1 sd pak dokter, masak smp”. Bunga hanya menunduk sambil kembali asyik menulis. “hehe, iya bu, kelas satu sd” jawabku tersenyum. “adek gak sekolah?” tanyaku kembali…ia tidak menjawab, hanya gelengan kepalanya yang mengatakan bahwa ia memang tidak sekolah. “libur pak dokter, ia menunggu bapaknya dirumah sakit, kalo ayahnya belum pulang  ia juga ndak mau pulang, ia sayang sama ayahnya pak dokter”. Aku tersenyum kembali, “sudah berapa lama ayahnya di bangsal ini bu?”. “Dua bulan lebih pak dokter”.

Ayahnya seorang lelaki usia 35-an, bermata sayu dengan kulit kasar, badannya kurus, mungkin karena 2 bulan ini harus berbaring di rumah sakit, namun sisa-sisa badan yang tegap masih tampak, menunjukkan bahawa pekerjaannya demikian berat untuk menghidupi istri dan puteri kesayangannya. Istrinya bercerita dua bulan lalu ia mengalami kecelakaan saat bekerja diproyek, ketika tungkai bawah kirinya tertimpa besi yang meremukkan tulang tibia fibula disertai luka yang luas, dokter orthopaedi disini mengupayakan pengobatan terbaik, mereka melakukan beberapa kali operasi debridemen luka,pemasangan eksternal fiksasi dan terakhir  dua hari lalu mereka melakukan tindakan latissimus dorsi flap. Iba melihatnya menderita sedemikian, pandangannya yang nanar aku interpretasikan sebagai penyesalan mendalam karena membuat istri tercinta dan puteri kesayangnnya menderita, menungguinya disini berbulan-bulan.

Rasa sakit yg dirasakan tidaklah seperih hatinya yang mendalam  karena tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, dua bulan ini ia tak mampu bekerja dan pastinya masih berbulan kedepanpun demikian. Pandangannya kosong menatap rangkaian eksternal fiksasi yang meliput tungkai bawahnya, sebagian terbungkus perban elastik (elastic bandage) berwarna coklat yang sedikit longgar.

Bekerja menjadi tulang punggung keluarga adalah bagian dari kewajibannya terhadap keluarga. Apapun ia lakukan demi menghidupi keluarganya, istri dan putri kesayangannya. Bunga begitu lincah melihatnya setiap pulang kerja lalu mengajaknya bermain. Persis seperti anak perempuanku, Ahmadhilla, senangnya ia ketika melihatku pulang dari rumah sakit. Sejak kecil tingkahlakunya demikian, bahkan jika istriku berbarengan pulang kantor maka yang dihampirinya lebih dulu adalah aku. Usianya yg  beranjak mengerti seringkali melayangkan protes kecil mengapa aku sering terlambat pulang, tidak pulang bahkan jika sedang jaga Emergency Room atau ada operaai hingga hari larut.  Hampir setahun terakhir ia sering berbulan aku tinggal demi menyelesaikan jenjang akhir pendidikan dokter spesialis. Penugasan wajib kerja sarjana di pelosok negeri tercinta.

“Ayah, kenapa koq ayah pengen jadi dokter?” tanyanya suatu sore sambil makan nasi goreng yang kami buat berdua. “karena ayah ingin menolong orang”. “kenapa koq gak jadi guru aja, atau polisi?”. Aku tersenyum, sambil menjelaskan kembali dengan bahasa yang ia mengerti. Inilah bentuk protes dirinya padaku. But, this is my passion, to help others when they needed the most, berusaha seoptimal mungkin dengan keilmuan yang dipelajari bertahun-tahun mengembalikan senyuman pasien-pasien kami, seperti apa yang dilakukan sejawat dokter di rumah sakit ini terhadap ayahnya bunga. Meskipun itu butuh waktu yang panjang.

Rambutnya tampak kusut dibalik tutup kepala yang hampir terlepas, tangannya bergerak kesana kemari merapihkan barang-barang disebelah kiri kanan bed (ranjang pesakitan) pasien. Ember hitam kecil berisi sampo sachet, sabun cuci sachet, sikat gigi yg sudah bengkok ujung serabutnya dan sabun batangan seukuran genggaman bayi yang sudah lebih kecil separuh dirapihkannya. Kemudian ia rapikan letak tas besar berisi baju yg tidak disetrika. Karpet berwarna cokelat tipis disusunnya bersebelahan dibawah bed tadi. Sendok gelas dan beberapa piring kusam diletakkannya di sisi rak kecil tempat biasanya ompreng wadah makan jatah rumah sakit.

Bunga dan ibunya tidur di karpet tipis yang aku belum pernah melihatnya, namun terbayang betapa susahnya mereka tidur dibawah bed pesakitan ayah tercinta, betapa susahnya meraih kata nyenyak dengan tidur dikarpet tipis itu. Apalagi sering terasa udara dingin dari sela pintu yg terbuka untuk keluar masuk keluarga pasien, perawat dan dokter jaga yang sekali dua datang melakukan pemantauan pasien dengan kondisi kurang baik.

“Bukunya dibawa gak?” Tanyaku kemudian. “Gak bawa buku pak dokter, buku pelajarannya tertinggal dirumah, hanya buku tulis itu dan dusgrip (tempat alat tulis) yg kebawa” kata ibunya.  Tetep rajin belajar ya nak, tidak masalah salah, yang penting tetap belajar. Kewajiban belajar adalah fitrah bagi seluruh manusia, perintah Tuhan yang pertama juga berisi tentang perintah belajar.

Demikan dengan kami para dokter, mewajibkan diri untuk long life learning. Kami mewajibkan diri kami untuk selalu menuntut ilmu, selalu merasa kurang sehingga kami merasa tertantang untuk mencari dan memperbaharui keilmuan kami. Supaya kami bisa memberikan penangan yang terbaik untuk pasien kami.

Demi mengusahakan penanganan terbaik buat pasien kami menuntut diri kami untuk senantiasa memperbaharui keilmuan, kami mengenal adanya pertemuan ilmiah setiap setahun Continue Orthopaedic Education, merupakan pertemuan ilmiah tahunan yg diselenggarakan untuk kami mendengarkan kuliah para ahli dibidang masing-masing untuk me-refresh keilmuan kami, untuk memperbaharui dan menambahkannya dengan hasil penelitian terkini dan yang terbaik untuk diaplikasikan kepada pasien. Belum lagi pertemuan subspesialis dari berbagai sub keilmuan yang juga dilaksanakan setiap tahun, jika diikuti mungkin hampir setiap bulan ada pertemuan ilmiah sebagai bentuk dari long life learning kami.

………………………………………………………..

Seminggu berlalu, kembali pagi tadi aku berjumpa dengan bunga, anggap saja namanya demikian. Obrolan kecil saja, dari sekian keriuhan visite besar para dokter residen dan profesornya. Diluar dari orientasi belajarku dalam acara visite besar ini aku tersenyum padanya, ia tersenyum sambil membuang muka kearah jam dinding dan berkata pada emaknya “mak , wis jam piro iki”..(mak, sudah jam berapa sekarang ini). “hayo jam berapa?”tukasku. “jam wolu to mak?” (jam delapan mak) katanya. Si emak tak menggerakkan bola mata ygang terpaku pada kegiatannya pagi itu menyeka badan suami terrcinta. Jam menunjukkan pukul tujuh dua lima, sedikit kurang dari setengah delapan.

“Jenengmu sopo nduk”(namamu siapa) aku berjongkok di sebelahnya membuka pertanyaan. Dalam obrolan singkat itu aku ketahui bahwa namanya adalah Tya,entah nama lengkapnya siapa, bisa jadi hanya Tya. Ayahnya bekerja sebagai pembantu tukang bangunan, bukan sebagai tukangnya tapi ia hanya membantu saja, ibunya wanita sederhana, ibu rumah tangga, mereka berdua tidak pernah mengenyam sekolah. Tya, begitu ternyata nama asli anak yang selama ini aku anggap sebagai bunga, baru saja beberapa bulan bersekolah SD kelas satu. Ia tidak TK, dan tidak pula diajari oleh kedua orang tuanya.

“Boten ngertos niku dok le sinau seking pundi” (gak tau itu dok belajarnya dari mana) kata ibunya sambil menyeka bagian punggung suaminya yg berwajah hampa sedikit anemis. Beberapa bulan bersekolah dan tiba tiba suatu hari ayahnya tertimpa musibah yang menyebabnya harus pergi bersama ayah dan emaknya mencari kesembuhan buat ayah. Sudah tiga bulan lewat ia berada dirumah sakit ini, lebih lama dari waktu dia di sekolah. Terbayang betapa sedihnya ia kehilangan waktu belajar di sekolah dan betapa sedihnya ia menghabiskan waktu dibangsal perawatan kelas 3 rumah sakit ini.

1414381093444

Pagi tadi sesaat sebelum aku meninggalkan bangsal dirumah sakit ini untuk terakhir kalinya,  aku memberikan bingkisan kecil untuk Tya yang berisi pensil 2b warna hijau, buku pelajaran SD kelas satu dan sebuah buku cerita.  Sama seperti yang dipunyai oleh puteri kecilku di rumah.

Aku tidak menengok wajahnya, emaknya atau ayahnya. Cukup bagiku membayangkan kebahagiaan membuka bingkisan kecil itu bertiga. Sepanjang perjalanan aku tersenyum sendiri, ingin segera pulang bertemu putri kecilku yang terpisah beberapa ratus kilometer dari tempat ini.

Indonesia, Oktober 2014

#9#Kupu kupu sewarna

Selamat sore sahabatku, bagaimana kabar anda hari ini? Insyaallah sehat senantiasa dan semoga anda menjadi bagian dari penebar kasih sayang kepada seluruh alam.

image

Mengagumi keindahan ciptaan Tuhan adalah bagian dari keimanan kita kepada Allah SWT. Seluruh alam semesta, dari elektron hingga kupu2 putih ini penuh keindahan, bersinergi  dengan bunga sewarna.

image

Sahabat, keindahan merupakan salah satu sifat Allah SWT yang juga sangat menyukai keindahan.

image

Tidak perlu pergi kemana mana untuk mendapatkan keindahan dan mengagumi lalu bersujud kepada yg menciptakannya. Keindahan itu ada diantara kita, bahkan yakinlah andapun bagian dari keindahan itu. Seperti juga ketiga foto kupu kupu ini, indah bukan?

Maka bentuk kenikmatan indah apa lagi yang baru akan membuat kita bersyukur kepada-Nya?

Tugu-Gubeng, 21 september 2014

#8# Smoke Free

smoker

smokes

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 109 TAHUN 2012 TENTANG PENGAMANAN BAHAN YANG MENGANDUNG ZAT ADIKTIF BERUPA PRODUK TEMBAKAU BAGI KESEHATAN

Pasal 21 Dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil Pasal 22 Pada sisi samping lainnya dari Kemasan Produk Tembakau dicantumkan pernyataan, “tidak ada batas aman” dan “mengandung lebih dari 4000 zat kimia berbahaya serta lebih dari 43 zat penyebab kanker”. Pasal 25 Setiap orang dilarang menjual menggunakan mesin layan diri, dilarang menjual  kepada anak di bawah usia 18 (delapan belas) tahun dan perempuan hamil. Pasal 27  mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan sebesar paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari total durasi iklan dan/atau 15% (lima belas persen) dari total luas iklan, tidak mencantumkan nama produk yang bersangkutan adalah Rokok; tidak menggambarkan atau menyarankan bahwa merokok memberikan manfaat bagi kesehatan; tidak menggunakan kata atau kalimat yang menyesatkan; tidak merangsang atau menyarankan orang untuk merokok; tidak menampilkan anak, remaja, dan/atau wanita hamil dalam bentuk gambar dan/atau tulisan; tidak ditujukan terhadap anak, remaja, dan/atau wanita hamil; tidak menggunakan tokoh kartun sebagai model iklan; dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Pasal 28

  1. tidak diletakkan di sampul depan dan/atau belakang media cetak, atau halaman depan surat kabar;
  2. tidak diletakkan berdekatan dengan iklan makanan dan minuman;
  3. luas kolom iklan tidak memenuhi seluruh halaman; dan
  4. tidak dimuat di media cetak untuk anak, remaja, dan perempuan.

Pasal 29 iklan di media penyiaran hanya dapat ditayangkan setelah pukul 21.30 sampai dengan pukul 05.00 waktu setempat.  Pasal 35 tidak memberikan secara cuma-cuma, potongan harga, hadiah Produk Tembakau, atau produk lainnya yang dikaitkan dengan Produk Tembakau; tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada produk atau barang bukan Produk Tembakau; dan tidak menggunakan logo dan/atau merek Produk Tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan. Pasal 36 tidak menggunakan nama merek dagang dan logo Produk Tembakau termasuk brand image Produk Tembakau; dan tidak bertujuan untuk mempromosikan Produk Tembakau. Pasal 37 Setiap orang yang memproduksi dan/atau mengimpor Produk Tembakau yang menjadi sponsor dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan hanya dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. tidak menggunakan nama merek dagang dan logo Produk Tembakau termasuk brand image Produk Tembakau; dan
  2. tidak bertujuan untuk mempromosikan Produk Tembakau.

Pasal 49 Dalam rangka penyelenggaraan pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok. Pasal 50 Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 antara lain:

  1. fasilitas pelayanan kesehatan;
  2. tempat proses belajar mengajar;
  3. tempat anak bermain;
  4. tempat ibadah;
  5. angkutan umum;
  6. tempat kerja; dan
  7. tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Source : http://www.setneg.go.id//components/com_perundangan/docviewer.php?id=3843&filename=PP%20Nomor%20109%20Tahun%202012.pdf

#5# Jejak Langkah

pantai panjang_tapak kaki

Tentunya berjalan adalah aktifitas yg sangat vital, terlepas bahwa anda memiliki anggota gerak bawah yang lengkap atau tidak. Bersyukurlah kita jika bisa berjalan secara normal, lebih banyak lagi bersyukur sehingga boleh jadi Allah SWT akan mempertahankan kenikmatan itu hingga akhir hayat kita kelak.

 

Jejak yang anda tinggalkan merupakan bagian dari sejarah anda, ia akan hilang secara relatif namun akan tetap menjadi bagian dari anda. Seperti jejak kaki dalam potret ini, ia akan tetap menjadi bagian dari sejarah saya.

Surabaya, 23 September 2014

 

 

Seminar dan workshop “kompetensi dokter umum pada penatalaksanaan kelainan sistem muskuloskeletal”

image

Bagian Orthopaedi dan Traumatologi fk ugm/rsup dr. Sardjito kembali menghadirkan seminar dan workshop mengenai “Kompetensi dokter umum pada penatalaksanaan kelainan sistem muskuloskeletal”. Workshop ini kami adakan kembali untuk kedua kalinya demi mengapresiasi banyaknya permintaan sejawat dokter yang datang dari seluruh indonesia. Workshop pertama diikuti lebuh dari 250 dokter dari berbagai daerah se-Indonesia. Animo yang begitu tinggi ini didasarkan oleh pentingnya peningkatan kemampuan sejawat dokter mengenai diagnosis dan penatalaksanaan kelainan muskuloskeletal. Kami berharap seminar dan workshop ini akan mampu memberikan edukasi yang aplikatif kepada seluruh peserta. Segera daftarkan diri anda.

Menagih Visi Misi Program Jokowi ketika menjadi presiden

Terlepas apapun pilihan politik anda namun saat ini rakyat Indonesia telah memilih Bapak Jokowi sebagai presiden Indonesia 5 tahun kedepan.

jokowi

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya sebagai presiden :
1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

“Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

“Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun,” ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

“Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas,” papar Jokowi.

2. Pertanian
Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

“Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

“Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

“Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya,” katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand.

“Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu,” ujar Jokowi.

“Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya,” katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

“Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa,” kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

“APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan,” ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

“Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?” kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

“Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

“Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran,” lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah “tol laut”.

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

“Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

“Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta,” ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

“Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya,” katanya.

“Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya,” jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

“Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

“Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara,” kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jaluronline dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue,e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi ‘ketema-ketemu’, supaya ‘amplop-amplopan’ hilang,” katanya.

Source : http://nasional.kompas.com/read/2014/05/15/0705215/Ini.Visi.Misi.Jokowi.kalau.Jadi.Presiden.

 

 

Berikut sembilan poin dalam 9 Program Nyata Jokowi-JK  :
1. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri secara bertahap selama lima tahun. Program renumerasi PNS akan dituntaskan di tingkat pusat dan diperluas sampai level daerah.
2. Mensejahterakan desa dengan cara mengalokasikan dana desa rata-rata Rp1,4 miliar per desa dalam bentuk program bantuan khusus dan menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap.
3. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7%.
4. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga. Pembangunan/perbaikan irigasi di 3 juta ha sawah. Pembangunan 25 bendungan, 1 juta ha lahan pertanian baru di luar jawa dan pendirian bank petani dan UMKM serta penguatan Bulog.
5. Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan.
6. Menurunkan pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Bantuan dana Rp10 juta per tahun untuk UMKM/koperasi. Mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
7. Layanan kesehatan gratis rawat inap/rawat jalan dengan Kartu Indonesia Sehat, 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap serta air bersih untuk seluruh rakyat.
8. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa.
9. Mewujudkan pendidikan seluruh warga negara termasuk anak petani, nelayan, butuh termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar.

 

Source : 

http://www.solopos.com/2014/07/03/pilpres-2014-9-program-nyata-jokowi-janji-naikkan-kesejahteraan-pns-516971

http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2072281/9-program-nyata-jokowi-jk-bila-terpilih-pada-pilpres-2014

http://wartaekonomi.co.id/berita31622/inilah-sembilan-program-nyata-jokowijk.html

 

Picture source :

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2014/07/04/260963/PqMSry97eP.jpg?w=700