Semua tulisan dari ahmadhil

Blog ini adalah milik Ahmadhil, seorang dokter bedah orthopaedi Not only orthopaedic, not just me, beyond art words....passion

Orthopaedic online resource

Kebutuhan mengenai scientific online resources menjadi sangat penting dewasa ini. Dengan mudahnya kita bisa melakukan updating atau sekedar me-refresh keilmuan setiap saat dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pasien.
Tentu anda mempunyai referensi online sesuai bidang keilmuan anda. Untuk bidang orthopaedi ada begitu banyak sumber yang baik, salah satu yang terbaik dapat kita temukan pada laman
http://www.orthobullets.com.

 

image

 

Orthobullets merupakan laman rangkuman dan intisari orthopaedi yang cukup menarik. Dikemas dengan konsep interaktif dan diampu moderator yang mumpuni. Diskusi materi dan kasus sangat beragam dipaparkan oleh para expert dari berbagai belahan dunia.

image

 

Bagi anda seorang profesional orthopaedic  surgeon, orthopaedic registraar ataupun GP maka tidak salah jika laman ini dapat dijadikan sebagai wacana pilihan terbaik online resource anda dibidang bedah orthopedi.

 

CLINICAL UPDATES 2015

image

Sebagai insan kedokteran kita tentunya diwajibkan selalu mengembangkan keilmuan kita. Update secara berkala diperlukan untuk me-refresh keilmuan kita mengenai penegakan diagnosis, terapi dan sekaligus pencegahan keadaan yang bisa mengancam nyawa pasien.

Untuk itu mahasiswa FK UGM berinisiatif mengadakan seminar nasional kedokteran mengenai update terkini dunia kedokteran yang diberi title Clinical Updates. Acara ini sudah dilaksanakan secara berkala sejak tahun 2007 dan telah diikuti oleh ribuan dokter dari seluruh indonesia.

Clinical Updates pada tahun 2015 ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengupdate ilmu-ilmu kedokteran klinis hingga tata laksana terbaru terkait dengan praktik umum dan kasus-kasus emergensi. Update klinis dalam berbagai bidang akan disampaikan oleh para pakar/dokter ahli konsultan dari FK UGM dan alumni FK UGM.

Panitia sumpah dokter 2009 FK UGM mengadakan CLINICAL UPDATES 2015
(Current Managements on General Practice & Emergency Cases)

14-15 Maret 2015
Auditorium FK UGM
Sekip Utara, Yogyakarta

Berikut jadwal acara Clinical Updates 2015

Day 1

Sabtu, 14 Maret 2015

08.25-08.40 Opening Lecture
Simposium I Safe Maternal and Perinatal Care
08.40-09.05 Pregnancy at Risk: Preeclampsia/Eclampsia dr. Rukmono Siswishanto, Sp.OG (K)
09.05-09.30 How to Manage Post-Partum Haemorrhage Based on Etiology dr. Risanto Siswosudarmo, Sp.OG (K)
09.30-09.55 Responding to Neonatal Emergency in Primary Care Setting dr. Tunjung Wibowo, Sp.A (K)
09.55-10.10 Diskusi
10.10-10.25 Coffee Break

Simposium II Common Pediatric Cases Seen by General Practitioners
10.25-11.00 Diarrhea, Vomiting, Dehydration and Electrolyte Imbalance in Pediatric Patients dr. Nenny Sri Mulyani, Sp.A (K)
11.00-11.25 Encountering Pediatric Seizures in Primary Care Setting dr. Agung Triono, Sp.A
11.25-11.35 Diskusi

Simposium III Updates in Pediatric Infection Cases
11.35-12.00 The Role of General Practitioners to Ensure Coverage and Quality of Immunization for Pediatric Patients dr. Mei Neni Sp.A (K), PhD
12.00-12.25 Management of Acute Respiratory Infection: Evidence-based Medicine and Rational Use of Antibiotic dr. Amalia Setyati, Sp.A
12.25-12.35 Diskusi
12.35-13.20 ISHOMA

Simposium IV Updates in Management of Chronic Disease
13.20-13.45 Management of Hypertension and Crisis Hypertension dr. Bambang Djarwoto Sp.PD (KGH)
13.45-14.20 Management of Diabetes Melitus dr. Hemi Sinorita SpPD (K)
14.20-14.30 Diskusi
Simposium VAbdominal Pain: How to Identify and Manage in Daily Practice
14.30-14.55 Non-Surgical Approach of Abdominal Pain dr. Neneng Rahmasari Sp.PD (KGEH)
14.55-15.20 Surgical Approach of Abdominal Pain dr. Maryono Sp.B (KBD)
15.20-15.30 Diskusi

Day 2

Minggu, 15 Maret 2015

Simposium VI Altered State of Consciousness: Cause, Mechanism, Emergency Approach
08.00-08.20 Diagnostic Approach and Neurological Aspect dr. Abdul Gofir Sp.S (K)
08.20-08.40 Metabolic Aspect in Loss of Consciousness: Causes, Mechanism, and Management for General Practitioner dr. Heru Prasanto Sp.PD
08.40-09.00 Loss of Consciousness in Head Injury: Urgency to Care Patient in Emergency Setting dr. Agus Y, SpBS
09.00-09.15 DiskusiSimposium VIIUpdates in Cardiologic Cases Found in Daily Practice
09.15-09.40 Arrythmia in Daily Practice dr. Hasanah Mumpuni Sp.PD-Sp.JP
09.40-10.05 Acute Coronary Syndrome dr. Nahar Taufik Sp.JP
10.05-10.15 Diskusi
10.15-10.25 Coffee Break
Simposium VIII Patient Stabilization and Pain Management
10.25-10.45 Acute Pain Management in Emergency Setting: Single vs Multi Modal Analgetics dr. Sudadi Sp.An (KNA, KAR)
10.45-11.05 Evidence-Based Interventions on Chronic Pain dr. Yudiyanta Sp.S
11.05-11.30 Management of Shock: Clinical Evaluation, Fluid and Transfusion Therapy dr. Birowo Yudopratomo, Sp.An (KAKV)
11.30-11.40 Diskusi
Simposium IXUpdates in Psychiatric Cases Found in Daily Practice
11,40-12.00 Symptom Based Psychosomatic Cases : Early Detection in Daily Practice dr. Ronny Tri Wirasto Sp.KJ
12.00-12.20 Early Detection and Management in Aggression and Attempt to Suicide dr. Carla Raymondalexas Marchira Sp.KJ (K)
12.20-12.30 Diskusi
12.30-13.15 ISHOMASimposium XManagement of Life Threatening Cases
13.15-13.40 Clinical Management of Acute Intoxication dr.Ika Trisnawati, M.Sc., Sp.PD
13.40-14.05 Burn Injury: Assesment, Management, and Rehabilitationdr. Agus Santoso Budi Sp.BP
14.05-14.15 Diskusi
Simposium XI Imaging
14.15-14.50 Imaging on Emergency Department Cases dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K)
14.50-15.00 Diskusi
15.00-15.30 Penutup Door Prize

Harga Tiket
*Sebelum 31 Januari 2015
Dokter Muda/Mhs/Umum 375K
Dokter Umum/PPDS 425K
Dokter Spesialis 475K

*Setelah 31 Januari 2015
Dokter Muda/Mhs/Umum 425K
Dokter Umum/PPDS 475K
Dokter Spesialis 525K

Rekening:
Bank BCA Cab.Grand Indonesia
541-512-0131
a/n Gregorius Bimantoro

Info selengkapnya dan pembelian tiket bisa menghubungi web atau CP (Naila – 085640426486)
(Novita – 082231753595) atau Line (ID: clinupfkugm)

image

Sumber : 1. Naila
2. http://clinicalupdates2015.com

Note :
Clinical updates year by year

2007
image

2008
image

2010
image

2011

image

2012

image

2013
image

2014
image

Dimana Engkau Meulaboh

Ranahku tersapu sembilu pagi kemarin

Dari serambi hingga tebing tinggi tanah perindu

“Kami hanyut bersama seribu duka”

Kau dimana Meulaboh?

…………..

Adakah darah yang tersapu gelombang,

hingga kau tak bisa berkata kata lagi?

Ataukah karang tlah merampas jemari kecilmu?

………….

Aku tersayat ketika ombak memecahmu

Menjadi seribu potong tangan

Adakah hitam menutupi cahaya yang singgah dirumahmu?

Kemana kau meulaboh?

…………………

Seribu anakmu tak beribu

Seratus tiga ratus hilang dari bapaknya

Bahkan ketika senja menjemput wajah-wajah tak bernyawa

Kami tak tau dimana derumu

…………

Adakah malam tlah menutupi matahari pagi itu?

Ataukah badai yang mencengkeram

Celoteh adik kepada abangnya

………….

“kemarin pagi samudera menjadi karang yang menusuk dada”

………….

Aku menangiskan duka

ketika air matamu

Menjelma menjadi sepuluhribu jantung

Yang tak lagi berdetak

             Jawadwipa, 28 desember 2004

image

Renungan untukmu

1005277_10200858627341029_1508921217_n

Semurni apa telaga yang jadi dambaanmu?

Tidakkah cukup embun-Nya dipesisir malam,

menghapus desah kesahmu yang lelah mencari

…..

Enggankah kau jika saja kau tahu,

matahari tak datang demi sujudnya pohon,

dan air dan seuntai melati?

………

Setulus apa syair yang kau minta dariku?

Tidakkah cukup mutiara kesejukan dinuranimu yang indah itu

Menyentuh jiwa yang bahkan kau tidak pernah tahu siapa ia.

………

Melangkah saja terus bersama kerinduanmu

Sebab ilalang tak pernah bertanya pada gembala : “untuk apa ragaku?”

Dan akupun tak pernah butuh tepuk tanganmu

Jogja, 6 Januari 2005

Akibat ledakan petasan pada tangan (hand blast injury)

Petasan atau mercon banyak digunakan dalam perayaan nasional dan budaya di seluruh dunia. Baik itu peringatan hari kemerdekaan, tahun baru, hari besar keagamaan atau peringatan kebudayaan setempat.

Ledakan petasan atau mercon yang mengakibatkan cedera pada tangan masih sering dijumpai di Indonesia. Kejadian ini mengalami peningkatan selama perayaan hari libur nasional terutama selama perayaan Idulfitri dan tahun baru.

Pengetahuan tentang pola cedera akibat petasan disertai pemahaman mendasar tentang sifat kerusakan/ destruction morphology pada anggota tubuh akibat petasan dapat membantu dokter dalam melakukan penanganan terhadap korban.

Beberapa penelitian mengenai cidera akibat petasan menyebutkan bahwa insiden tinggi terjadi pada usia anak dan remaja. Di Australia berkisar 88% yang menjadi korban petasan adalah usia dibawah 18 tahun. Di Selandia Baru 68% dari korban adalah anak di bawah usia 15 tahun.

Cedera bervariasi mulai dari luka kecil atau minor injury hingga cedera yang menghancurkan sebagian besar anggota tubuh dan membutuhkan operasi rekonstruksi yang rumit.

Pada tahun 2012 kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan analisa kasus cidera akibat petasan atau mercon yang datang ke rumah sakit pendidikan tempat kami mengikuti pendidikan spesialis orthopaedi dan traumatologi. Kasus kami dapatkan selama periode seminggu perayaan Idul Fitri ditahun tersebut.

Selama kurun waktu 1 minggu tersebut kami menjumpai 8 pasien akibat petasan atau mercon. Seluruhnya laki-laki. Separuh dari korban berusia kurang dari 20 tahun. Semua pasien memegang petasan dengan tangan yang dominan digunakan/ dominant hand kecuali 1 pasien terkena lemparan petasan saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari 7 pasien yang memegang petasan 2 diantaranya terluka ketika mencoba untuk mengambil kembali petasan yang urung meledak.

Sebagian besar lokasi kejadian berada disekitar rumah pasien / neighborhood (7 dari 8 kasus). Peristiwa terjadi antara jam18:00 hingga 24:00.

Bagian yang paling banyak mengalami cidera adalah ibu jari tangan kanan, telunjuk dan telapak tangan sisi ibu jari. Kombinasi umum dari cedera tersebut adalah jari-jari, ibu jari- jari tengah-jari manis; ibu jari-telunjuk-jari tengah; telapak tangan-ibu jari dan telunjuk. Tidak ada cedera pada sistem organ lain yang ditemukan secara bersamaan

image

image

Semua pasien dan orang tuanya memahami bahaya petasan dan sudah tahu bahwa petasan dilarang tapi mengaku tidak mengetahui peraturan/undang-undang mengenai petasan atau mercon.

Pemerintah, meskipun merupakan pihak yang memiliki kewajiban terhadap pelanggaran peraturan, terlalu lumrah untuk disalahkan. Fungsi pengawasan dari orang tua dan masyarakat juga menjadi faktor tak terpisahkan. Pencegahan dan pemahaman masyarakat perlu dibina. Bagaimanapun juga kesadaran setiap orang dalam memahami bahaya penggunaan petasan dan mercon menjadi bagian penentu utama.

Beberapa pasien bisa kembali sekolah atau bekerja, namun apakah akan sama seperti sediakala? mungkin iya mungkin juga tidak. Tergantung tingkat keparahan awal dan rekonstruksi yang dilakukan.

Bagai piring yang pecah lalu diperbaiki, apakah akan seindah piring baru? Saya rasa sahabat semua bisa menjawabnya.

Yogyakarta, tahun baru 2015

Talk to patients, treat like a part of our own family

Suatu pagi di bangsal perawatan saya mendapat tugas untuk bertanggung jawab terhadap penanganan seorang pasien multiple trauma yang datang melalui Emergency Room. Remaja laki laki berusia sekitar 14 tahun itu tubuhnya tertutup perban dibeberapa bagian dan beberapa masih tampak noda darah menandakan cidera yang dialami amat berat.

Dia mengalami kecelakaan motor ketika hendak menjemput adik perempuannya sore sebelumnya. Dia menderita cidera kepala berat, trauma organ dalam dan patah tulang paha. Cidera kepala berat membuatnya dalam keadaan koma hingga beberapa minggu.  Selama itu dia menjalani operasi untuk mengobati kerusakan organ dalamnya. Penanganan patah tulang dilakukan dengan pemasangan skin traksi dan frame khusus sampai akhirnya setelah kondisi cukup stabil akan dilakukan operasi pemasangan intramedullary nail.

Kedua orang tuanya tampak pasrah menghadapi tragedi yang terjadi pada putra kesayangannya. Ibunya masih tampak berkaca-kaca. Saya berusaha tersenyum sambil memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa sayalah yang akan menjadi dokter bangsal untuk anaknya. Menceritakan betapa berat trauma yang dialami putra kesayangannya itu sembari menyampaikan apa yang telah tim kami lakukan untuk penanganan kegawat daruratannya semalam.

Sepanjang perawatan berminggu-minggu selanjutnya saya banyak berinteraksi dengan ayah dan ibunya, berbicara dari hati sembari mengawasi perkembangannya saat visite pagi.  Mengabarkan kondisi,  perkembangan terbaru dan rencana perawatan lanjutan. Ibunya beberapa kali menunjukkan kepada saya foto adik perempuannya yang berusia sekitar 6 tahun, cantik. Betapa bangga ia saat menceritakan kelincahan putrinya itu. Prestasinya mengikuti beberapa lomba modelling cilik dan menjadi juara pertama.

Kedua orang tuanya bergantian menunggui, menjaga dan mendampingi dia selama berminggu-minggu. Namun pada akhirnya dia tidak bisa bertahan, saya tidak sempat melihat akhir hayatnya sebab penanganan dari orthopedi telah selesai, dia ditangani oleh tim dokter dari spesialisasi lain. Patah tulang paha telah kami operasi ketika kondisinya cukup stabil. Namun banyaknya cidera organ dalam membuat kondisinya turun naik, sulit sekali dipertahankan. Ibunya mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada saya mengabarkan dia sudah dipanggil Tuhan, beliaupun menyampaikan terima kasih atas perawatan dan pelayanan yang tim kami berikan. Beliau menyampaikan secara tersurat rasa puas beliau dan seluruh keluarga mengenai penanganan tim kami terhadap putra tercintanya.

Kesedihan luar biasa tentu dirasakan keluarga, bagi kami pun demikian. Segala upaya telah kami curahkan, berminggu minggu tenaga dan pikiran tercurah untuk membuat stabil dan menangani semua cidera berat yang dialami. Namun Tuhan ternyata memiliki rencana yang lebih indah bagi dia dan bagi semua keluarga yang dia cintai.

image

Dalam melayani pasien selayaknya kita memberikan yang terbaik. Ajak pasien atau keluarganya berbicara dari hati ke hati, sampaikan kondisi sebenarnya, pilihan terapi dan rencana terapi terbaik menurut pertimbangan rasional kita. Ketahui apa keinginan mereka dan ajak mereka untuk menentukan pilihan terapi tersebut.

Sampaikan semua konsekuensi keadaan dan pilihan terapi hingga yang terburuk. Tentunya tetap memberikan semangat dan menyampaikan bahwa kesembuhan hanya diberikan Tuhan kepada mereka yang mengupayakan kesembuhan dengan berbagai caranya. Apa yang diberikan Tuhan akan berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Terlepas pada akhirnya bisa jadi tuhan menjadikan itu sebagai tabungan amal bagi mereka yang belum diberi kesembuhan.  Sebab sembuh bukan berarti yang terbaik untuk suatu penyakit.

Komunikasi dari hati adalah bagian dari sikap profesional seorang dokter.  Konsep tentang profesionalisme ini yang selalu disampaikan oleh guru saya, Profesor Armis SpB, SpOT(K). Tidak jemunya beliau mengajarkan hal ini setiap kali bertemu kami. Menanamkan bagaimana mestinya saya dan seluruh murid beliau sebagai dokter ahli bedah orthopedi menempatkan diri, bersikap perilaku profesional.

Sebaik apapun tindakan yang dilakukan oleh dokter jika tanpa disertai cara berkomunikasi yang baik kepada pasien akan membuat apa yang diusahakannya itu menjadi kurang bermakna, justru bukan mustahil dapat menimbulkan bermacam interpretasi. Kurang baik, jelek bahkan kesan sangat buruk di mata pasien.

Maka sahabatku, mari kita kembali mengingatkan diri kita masing-masing.  Sebagai seorang dokter yang diberikan anugerah setitik ilmu medis oleh Tuhan mari kita mulai belajar kembali bagaimana cara tersenyum, belajar bagaimana berbicara dari hati kepada setiap pasien. Memperlakukan mereka sebagaimana perlakuan kita terhadap ayah ibu, saudara kandung atau anak kita sendiri. Talk to patients, hear them and treat them like our close family.

Yogyakarta, 23 Desember 2014

Syukur

Bersama dengan beberapa kawan-kawan relawan MERC sekitar kurang lebih sebulan yang lalu saya melakukan misi sosial pengobatan gratis di ‘pedalaman’ Gunung Kidul. Perjalanan menempuh waktu tak kurang dari satu setengah jam dari perbatasan kota Yogyakarta. Melewati dataran yang tandus selain karena memang daerah bukit karang dan kapur yang minim mata air juga karena saat ini sedang berada puncaknya musim kemarau. Jalan yang dilalui cukup bagus sampai beberapa kilometer terakhir. Letak dusun yang kami tuju berada sekitar 2 kilometer dari jalan antar kecamatan. Kami harus melalui jalan berbatu tanpa aspal dan turun naik jurang kering berbatu. Memasuki perkampungan tampak sekali nuansa kekeringan yang sudah jamak ditemukan di Gunung Kidul terlebih puncak kemarau seperti sekarang.

image

Di wilayah ini air menjadi barang langka. Satu tangki air dihargai tak kurang dari seratus lima puluh ribu rupiah, itupun hanya cukup untuk sebulan. Anda bisa membayangkan di wilayah yang nyaris 100 persen warganya berada di bawah garis kemiskinan harus terbebani membeli air seharga 40-50 % pendapatan sebulan. Usaha pemerintah tak kurang kurangnya dikonsepkan, namun tak kurang kurangnya pula realisasi ditunda untuk kepentingan dan alasan antah berantah.

Pelayanan kesehatan kami lakukan dengan tidak terburu buru. Ada dua dokter ditambah seorang perawat, 4 orang mahasiswa kedokteran tahun keempat serta 2 orang relawan non medis yang bertugas mengurusi pendaftaran. Seperti biasanya kasus didominasi oleh hipertensi, ISPA dan beberapa penyakit umum lainnya.

Masih adanya wilayah yang sulit dijangkau dan tertinggal di Propinsi DIY inilah yang menarik. Kita, para dokter yang baru saja dilantik dengan bekal segudang idealisme, meskipun terdidik untuk mengambil keputusan-keputusan pragmatis dan beberapa mungkin segera bergabung dalam program PTT di daerah sangat terpencil mau tidak mau akan membandingkan realitas ini. Wong di Jogja saja masih ada daerah yang sulit di jangkau apalagi di Irian, Nusa Tenggara Timur dan beberapa wilayah Indonesia lain. Kesukaran macam apa yang akan kita temukan di sana, jangankan sinyal telepon yang kebutuhan tersier, listrik pun hanya ada mulai selepas magrib hingga jam 10 malam. Atau bukan tidak mungkin di beberapa tempat tidak ada sama sekali.

image

Awal tahun 2007 saya sempat bergabung selama 2 minggu dengan kawan kawan relawan MERC untuk membantu korban banjir jakarta di Babelan, termasuk wilayah Bekasi. Apa yang ditemui disana sungguh menyedihkan. Di wilayah yang tidak seberapa jauhnya dari ibukota negara Indonesia, relatif tidak jauh juga dari karawang yang menjadi jujugan banyak dokter fresh graduate, masih ada kampung yang hari gini mayoritas warganya tidak memiliki toilet. Rutinitas defekasi mereka lakukan di sungai kecil yang berbau busuk (campuran antara limbah pabrik dan limbah rumah tangga) atau di pematang-pematang sawah. Sumur menghasilkan air tapi tidak layak minum, terlalu asin. Untuk kebutuhan sehari hari mereka harus membeli air.

Kami sempat mendatangkan alat pengolahan air hingga siap minum dari sebuah universitas di Jakarta (saya lupa nama universitasnya) namun tetap tidak bisa menjadikan air tersebut layak untuk diminum. Sebegitu mahalnya hidup yang bahkan untuk minum mereka harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat banyak untuk ukuran mereka.

Sementara waktu di lain tempat kita asyik sibuk menadahi butiran peluh yang telah berubah menjadi emas dan perak. Dinar dan Dirham. Sementara di lain tempat kita hidup dalam kelimpahan, meskipun sebagian ingat namun lebih sering sebagian kita lupa. Siapa yang hari ini ingat bahwa kita punya telinga, hidung dan tangan yang indah.

Sahabatku, setidak berhasil apapun warung yang nanti akan kita buka, atau segagal apapun karir yang nanti kita hadapi sesungguhnya tidak patut jika kita mengurangi syukur kepada Tuhan sekecil apapun.

Maka nikmat Tuhan kita yang manakah yang tidak pantas kita syukuri?

image

Yogyakarta, 28 Oktober 2007

#10# Derawan, keunikan gugusan pulau di timur berau

2236_1049425728942_8385_n

Derawan merupakan sebuah gugusan kepulauan yang sangat cantik. Pulau derawan menjadi pusat aktifitas dari kepulauan ini. Keunikannya menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Keanekaragaman biota lautnya benar-benar luar biasa indah. Laut yang masih terjaga oleh tradisi masyarakat bajau memberikan harapan besar kelestarian alam bawah laut yang mempesona dunia.

2236_1049425928947_9320_n

Setiap hari saya selalu dapat menyaksikan penyu berukuran besar. Jika siang hari mereka mencari makan tumbuh laut yg berada disekitar pantai dangkal, beberapa bahkan cukup jinak untuk dapat diajak bermain. Jika malam hari penyu-penyu naik untuk bertelur disisi pantai yang gelap.

2236_1049425648940_8016_n Kepulauan derawan memiliki beragam keindahan. Di pulau derawan sendiri yang menjadi sentra kegiatan wisata kepulauan ini memiliki fasilitas yang sangat memadai. Selama tinggal di derawan sering sekali saya bertemu dengan wisatawan manca negara, mereka sangat puas dengan fasilitas yang ada. Dari banyak tamu yang cukup akrab diantaranya  wisatawan dari polandia, perancis, belanda dan amerika. Umumnya mereka backpackers dan memang datang ke derawan untuk menikmati keunikan alam kepulauan ini. 2236_1049425848945_8927_n Merupakan sebuah kebahagiaan luar biasa bagi saya pernah setahun mengabdi sebagai dokter di pulau penuh keindahan ini. Tidak pernah ada kekecewaan dan kesedihan selama mengabdi disana. Ramah tamah penduduk selalu membuat saya merasa sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat pulau Derawan. 1914138_1188640329220_550782_n 2166_1050343311881_8471_nWelcome to my island, the ultimate beauty of Nusantara.

Indonesia, 2014