Patah Tulang Selangka

Bapak itu tampak tegang menunggu didepan poliklinik orthopedi. Sambil menopang lengan bawahnya yang ditekuk didepan dada raut mukanya menggambarkan rasa nyeri yang berat.

Saya meminta petugas di poliklinik untuk mendahulukan antrian. Wajahnya tidak berubah membaik mendengar namanya dipanggil dipercepat meskipun belum gilirannya. Pasien lain tidak ada yang protes karena kebetulan saat itu semua pasien kontrol pasca operasi atau tindakan non operasi. Sepertinya mereka tahu jika bapak itu benar-benar kesakitan dan perlu pertolongan segera.

image

Patah tulang selangka (clavicle fracture) termasuk salah satu kasus patah tulang yang sering dijumpai. Secara epidemiologi jumlah kasusnya berkisar 4 % dari semua kasus patah tulang1.

Penanganan kasus patah tulang selangka berkembang dari masa ke masa. Dahulu patah tulang selangka (clavicle fracture ) ditangani secara konservatif2 Perkembangan implan tulang yang semakin pesat sejak berdirinya beitsgemeinschaft für Osteosynthesefragen di Jerman ikut memberikan pilihan lain. Reposisi secara terbuka kemudian melakukan fiksasi secara internal memberikan pilihan reposisi tulang yang lebih baik. Beragam metode fiksasi internal ini seperti dengan Kirsner wire, AO recon plate, Clavicular plate dan Hook plate untuk distal clavicle fracture.

Diluar pilihan operatif tersebut pilihan rasional untuk melakukan terapi konservatif kasus patah tulang selangka dengan Figure of Eight atau Ransel Verban. Pada beberapa penelitian menunjukkan hasil fungsional yang cukup baik dengan terapi konservatif, meskipun dengan waktu kesembuhan rerata yang lebih lama2.

Tren terapi operatif untuk kasus patah tulang selangka (displaced clavicle fracture) yang meningkat mengindikasikan bahwa terapi konservatif tidak lagi memenuhi ekspektasi pasien dewasa ini2.

Sebuah penelitian pada tahun 1997 menunjukkan hasil terapi konservatif dimana dari evaluasi 52 kasus selama 3 tahun menunjukkan bahwa 31% pasien dengan shortening lebih 2 cm menunjukkan hasil yang jelek (poor outcome), dengan 15 % patah tulang tidak menyambung (non union)2.

Serupa dengan penelitian tahun 2006 dimana dari 30 pasien dengan terapi konservatif didapatkan sisa penurunan fungsi pada sisi terdampak. Tahun 2007 asosiasi orthopedi trauma di Kanada (Canadian Orthopaedic Trauma Society) mempublikasikan hasil penelitian dari 132 pasien yang diterapi secara konservatif atau operatif. Hasilnya diperoleh keluaran fungsi yang lebih baik pada kelompok terapi operatif dengan tingkat kepuasan pasien yang lebih tinggi dan komplikasi yang lebih rendah2.

Sebuah penelitian multisenter di Skotlandia yang membandingkan terapi konservatif dan operatif dipublikasikan tahun 2013 menyebutkan bahwa 99 % fraktur tulang selangka dengan terapi operatif mencapai kesembuhan lebih baik dibandingkan dengan konservatif yang hanya 74% kesembuhan2.

———————

Bapak itu terbaring sumringah dengan salah satu punggung telapak tangan terpasang selang infus berisi analgetik drip. Luka operasi cukup baik, tidak ada rembesan darah dan tidak pula ada tanda-tanda infeksi. Sore nanti bapak itu sudah diperbolehkan pulang dan besok pagi sudah boleh kembali beraktifitas meskipun belum boleh menggunakan sisi lengan yang terdampak.

References :
1. http://www.orthobullets.com/trauma/1011/clavicle-fractures

2. Maureen Leahy. 2014. Treating Clavicle Fractures : Does evidence support surgical fixation?. AAOS. http://www.aaos.org/news/aaosnow/jun14/clinical8.asp

Tinggalkan komentar