Dimana Engkau Meulaboh

Ranahku tersapu sembilu pagi kemarin

Dari serambi hingga tebing tinggi tanah perindu

“Kami hanyut bersama seribu duka”

Kau dimana Meulaboh?

…………..

Adakah darah yang tersapu gelombang,

hingga kau tak bisa berkata kata lagi?

Ataukah karang tlah merampas jemari kecilmu?

………….

Aku tersayat ketika ombak memecahmu

Menjadi seribu potong tangan

Adakah hitam menutupi cahaya yang singgah dirumahmu?

Kemana kau meulaboh?

…………………

Seribu anakmu tak beribu

Seratus tiga ratus hilang dari bapaknya

Bahkan ketika senja menjemput wajah-wajah tak bernyawa

Kami tak tau dimana derumu

…………

Adakah malam tlah menutupi matahari pagi itu?

Ataukah badai yang mencengkeram

Celoteh adik kepada abangnya

………….

“kemarin pagi samudera menjadi karang yang menusuk dada”

………….

Aku menangiskan duka

ketika air matamu

Menjelma menjadi sepuluhribu jantung

Yang tak lagi berdetak

             Jawadwipa, 28 desember 2004

image

Tinggalkan komentar