Selayang Pandang Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Yogyakarta

191. The Real MER-Cs Logo

 

Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C ) adalah suatu Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis yang bersifat profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi yang mengemban sebuah amanah kemanusiaan dan bergerak dibidang pertolongan medis gawat darurat.

MER-C mengkhususkan diri pada pertolongan kesehatan dan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam yang berskala nasional maupun internasional.

MER-C berdiri tanggal 1 Agustus 1999 di Jakarta pada saat terjadinya tragedi Ambon tahun 1999. MER-C berdiri deangan dilatar belakangi oleh ketidaknetralan dan kekurang profesionalan tenaga medis dan distribusi bantuan medis yang tidak merata dan cepat

Latar belakang pendirian MER-C cabang Yogyakarta ketika pada akhir tahun 2000, bencana banjir dan tanah longsor di Yogyakarta dan Jawa Tengah, SCORP (Standing Committee On Refugees and Peace) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran(BEM FK) UGM melakukan pengiriman tim kemanusiaan. Pada saat itu belum ada organisasi yang dapat menangani masalah bencana dan konflik, memiliki komitmen dan mobilitas yang tinggi serta profesional dengan sasaran yang tepat. Pada awal tahun 2001 dr. Sayuti Daud SpB (saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa FK UGM) menghadap dr. Jose Rizal SpOT di Jakarta untuk meminta ijin mendirikan cabang MER-C di Yogyakarta. Akhirnya didirikan MER-C cabang Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2001.

Visi dan Misi MERC adalah berlandaskan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. MER-C bersifat netral, independent, non partisan, mobilitas, profesional, dan suka rela. MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di luar dan di dalam negeri

Keangotaan MER-C bersifat terbuka untuk semua orang yang memiliki komitmen terhadap kemanusiaan. Selanjutnya disebut relawan yang terbagi dalam beberapa kategori sebagai berikut :

1. Kategori M:

Berlatar Berlatar belakang medis, tidak bersedia diturunkan ke lapangan

2. Kategori E :

Berlatar belakang medis, bersedia diturunkan ke lapangan

3. Kategori R :

Berlatar belakang non medis, bersedia diturunkan ke lapangan

4. Kategori C :

Berlatar belakang nonmedis, tidak bersedia diturunkan ke lapangan

Kegiatan MERC cabang Yogyakarta terbagi menjadi kegiatan Emergency yaitu berupa pengiriman relawan dan penggalangan dana untuk penanganan korban bencana alam maupun konflik, Kegiatan non emergency berupa pelayanan kesehatan baik mandiri maupun kerjasama, pengadaan ambulans,Kajian relawan (ilmiah, kemanusiaan, kerelawanan dan kebencanaan), Pendirian klinik dhuafa (3 klinik sosial yang bekerjasama dengan BNI dan 1 buah klinik sosial mandiri), penggalangan dana operasional dan kemanusiaan, pelatihan ketrampilan medis relawan maupun non relawan, sirkumsisi massal.

Kegiatan pengiriman relawan oleh MER-C cabang Yogyakarta telah dilakukan pada berbagai misi kemanusiaan ke wilayah yang mengalami kerusuhan, bencana alam, wabah penyakit dan daerah tertinggal. Daerah misi tersebut meliputi :

Purworejo, tanah longsor

Jakarta, bencana banjir

Kudus, bencana banjir

Pati, bencana banjir

Cilacap, bencana banjir

Aceh, tsunami

Pangandaran, Tsunami

Papua, Daerah tertinggal

Bantul, Gempa

Padang, Gempa

Sleman, Letusan gunung Merapi

MER-C cabang yogyakarta memiliki 7 divisi yang terdiri dari Divisi Klinik, Divisi SDM ,Divisi Banlog, Divisi Humas, Divisi Danus, Divisi Yankes, Divisi MTC

Tinggalkan komentar